Showing posts with label DMVPN. Show all posts
Showing posts with label DMVPN. Show all posts

Saturday, August 11, 2018

Lab 17 : DMVPN Phase 1 dengan Routing IBGP & EBGP

Febriyan Net - Lanjut ngelab DMVPN nya, sekarang kita akan belajar bagaimana menghubungkan jaringan lokal antar spoke menggunakan routing yang powerfull, yaitu BGP . Untuk konfigurasinya pun tidak perlu menambah parameter baru di dmvpn nya maupun di tunnelnya, kita cukup konfigurasikan bgp nya seperti biasa saja . Berikut topologinya :

Gambar 1 Physical Topology

Gambar 2 Logical Topology
Pastikan Semua router spoke sudah terhubung ke Hub melalui tunnel dmvpn :

R2


R2#ping 10.11.11.1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.11.11.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 64/67/68 ms

R2#

R4


R4#ping 10.11.11.1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.11.11.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 20/38/100 ms

R4#

Oke, pertama kita cobak menggunakan IBGP terlebih dahulu, kita tentukan dulu AS Number ketiga router ini, kita akan menggunakan AS Number 10 sebagai AS Number penghubung ketiga router ini .

Konfigurasi di Router Hub terlebih dahulu . seperti biasa, pada routing bgp, kita harus mendaftarkan satu persatu router tetangga untuk melakukan Peering, agar komunikasi bgp terjalin, dan antar router bisa bertukar informasi routing . Jangan lupa juga daftarkan jaringan lokal yang akan diadvertise di Router Hub (1.1.1.1) :

R1


R1(config)#router bgp 10
R1(config-router)#neighbor 10.11.11.2 remote-as 10
R1(config-router)#neighbor 10.11.11.4 remote-as 10
R1(config-router)#network 1.1.1.1 mask 255.255.255.255
R1(config-router)#end

R1#

Lanjut konfigurasi bgp nya di sisi spoke ,

R2


R2(config)#router bgp 10
R2(config-router)#neighbor 10.11.11.1 remote-as 10
R2(config-router)#network 2.2.2.2 mask 255.255.255.255
R2(config-router)#end

R2#

R4


R4(config)#router bgp 10
R4(config-router)#neighbor 10.11.11.1 remote-as 10
R4(config-router)#network 4.4.4.4 mask 255.255.255.255
R4(config-router)#end

R4#

Pastikan setelah konfigurasi ibgp diatas muncul notification di router Hub yang menandakan bahwa neighbor sudah Up atau sudah aktif :

R1

R1#
*Mar  1 00:05:43.627: %BGP-5-ADJCHANGE: neighbor 10.11.11.2 Up 
R1#
*Mar  1 00:06:29.839: %BGP-5-ADJCHANGE: neighbor 10.11.11.4 Up 
R1#

Bisa kita verifikasi juga dengan perintah :

R1

R1#show ip bgp
BGP table version is 4, local router ID is 1.1.1.1
Status codes: s suppressed, d damped, h history, * valid, > best, i - internal,
              r RIB-failure, S Stale
Origin codes: i - IGP, e - EGP, ? - incomplete

   Network          Next Hop            Metric LocPrf Weight Path
*> 1.1.1.1/32       0.0.0.0                  0         32768 i
*>i2.2.2.2/32       10.11.11.2               0    100      0 i
*>i4.4.4.4/32       10.11.11.4               0    100      0 i

R1#

Terlihat sudah muncul kedua jaringan lokal router router Spoke. Kita juga bisa memverifikasinya dengan perintah :

R1


R1#show ip route bgp
     2.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
B       2.2.2.2 [200/0] via 10.11.11.2, 00:02:18
     4.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
B       4.4.4.4 [200/0] via 10.11.11.4, 00:02:07

R1#

Sekarang kita lihat table routing di sisi spoke.

R2


R2#show ip route bgp
     1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
B       1.1.1.1 [200/0] via 10.11.11.1, 00:02:56

R2#

Ternyata Router Spoke R2 ataupun R4 hanya mendapatkan table routing untuk menuju jaringan lokal dari Router Hub, atau istilah lainnya, Router spoke belum mendapatkan informasi routing untuk menuju jaringan lokal Spoke lain. Untuk mengatasi hal ini, kita bisa menggunakan fitur Route-Reflector-Client agar si spoke mendapatkan informasi routing dari sesama spoke, cukup kita konfigurasikan router reflector nya di sisi hub :

R1


R1(config)#router bgp 10
R1(config-router)#neighbor 10.11.11.2 route-reflector-client 
R1(config-router)#neighbor 10.11.11.4 route-reflector-client 
R1(config-router)#end

R1#

Nah, saat nya kita cek kembali table routing di masing masing Spoke :

R2

R2#show ip route bgp
     1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
B       1.1.1.1 [200/0] via 10.11.11.1, 00:00:53
     4.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
B       4.4.4.4 [200/0] via 10.11.11.4, 00:00:48
R2#

R4#show ip route bgp
     1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
B       1.1.1.1 [200/0] via 10.11.11.1, 00:01:10
     2.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
B       2.2.2.2 [200/0] via 10.11.11.2, 00:01:10
R4#

Akhir nya, informasi table routing pada spoke sudah lengkap yaitu berisi jaringan lokal dari Hub dan jaringan lokal spoke lainnya. Bisa kita verifikasi koneksi kedua jaringan lokal si router spoke dengan mneggunakan traceroute :

R2

R2#traceroute 4.4.4.4 so 2.2.2.2

Type escape sequence to abort.
Tracing the route to 4.4.4.4

  1 10.11.11.1 12 msec 12 msec 8 msec
  2 10.11.11.4 52 msec 40 msec 60 msec
R2#

Yap, Konfigurasi untuk IBGP berarti sudah selesai dan berhasil berjalan dengan baik, selanjutnya kita akan belajar bagaimana mengkonfigurasi untuk EBGP nya. Hapus terlebih dahulu konfigurasi IBGP nya :

R1

R1(config)#no router bgp 10
R1(config)#

R2

R2(config)#no router bgp 10
R2(config)#

R3

R4(config)#no router bgp 10
R4(config)#

Karena menggunakan EBGP artinya kita akan menghubungkan router dengan AS number yang berbeda beda, kita sesuaikan saja AS number nya dengan nomer router nya ya . 

R1 AS Number : 1
R2 AS Number : 2
R4 AS Number : 4

Langsung saja konfigurasikan bgp di router Hub terlebih dahulu :

R1

R1(config)#router bgp 1
R1(config-router)#neighbor 10.11.11.2 remote-as 2
R1(config-router)#neighbor 10.11.11.4 remote-as 4
R1(config-router)#network 1.1.1.1 mask 255.255.255.255
R1(config-router)#end
R1#

Lanjut konfigurasi di router router Spoke :

R2

R2(config)#router bgp 2
R2(config-router)#nei
R2(config-router)#neighbor 10.11.11.1 remote-as 1
R2(config-router)#netw
R2(config-router)#network 2.2.2.2 mask 255.255.255.255
R2(config-router)#end
R2#

R4

R4(config)#router bgp 4
R4(config-router)#neighbor 10.11.11.1 remote-as 1
R4(config-router)#network 4.4.4.4 mask 255.255.255.255
R4(config-router)#end
R4#

Pastikan muncul notifikasi di router hub bahwa router router spoke telah Up melalui peering bgp :

R1

R1(config-router)#
*Mar  1 00:20:41.127: %BGP-5-ADJCHANGE: neighbor 10.11.11.2 Up 
R1(config-router)#
*Mar  1 00:21:10.355: %BGP-5-ADJCHANGE: neighbor 10.11.11.4 Up 
R1(config-router)#

Karena menggunakan teknik EBGP, kita tidak memerlukan parameter tambahan route reflector lagi, karena secara otomatis si Hub akan mengadvertise network dari AS Number lain tanpa kita harus menambah parameter route reflector . Bisa kita cek langsung di table routing masing masing spoke :

R2

R2#show ip route bgp
     1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
B       1.1.1.1 [20/0] via 10.11.11.1, 00:00:36
     4.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
B       4.4.4.4 [20/0] via 10.11.11.4, 00:00:36
R2#

R4

R4#show ip route bgp
     1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
B       1.1.1.1 [20/0] via 10.11.11.1, 00:01:59
     2.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
B       2.2.2.2 [20/0] via 10.11.11.2, 00:01:59
R4#

Okeh, table routing sudah lengkap, selanjutnya kita tes konektifitas antar jaringan lokal spoke :

R2

R2#traceroute 4.4.4.4 source 2.2.2.2

Type escape sequence to abort.
Tracing the route to 4.4.4.4

  1 10.11.11.1 8 msec 8 msec 12 msec
  2 10.11.11.4 20 msec 40 msec 20 msec
R2#

Menuju jaringan lokal Hub :

R2

R2#traceroute 1.1.1.1 source 2.2.2.2

Type escape sequence to abort.
Tracing the route to 1.1.1.1

  1 10.11.11.1 36 msec 32 msec 20 msec
R2#

R2#ping 4.4.4.4 source 2.2.2.2

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 4.4.4.4, timeout is 2 seconds:
Packet sent with a source address of 2.2.2.2 
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 40/40/44 ms
R2#

Baik, semua jaringan lokal telah terhubung dengan baik melalui routing EBGP .

Terimakasih
Read more

Friday, August 10, 2018

Lab 16 : DMVPN Phase 1 Dengan Routing EIGRP

Febriyan Net - Setelah selesai dengan RIP DMVPN di artikel sebelumnya Lab 15 : DMVPN Phase 1 Dengan Routing RIP . Kali ini kita akan belajar bagaimana menghubungkan jaringan lokal pada jaringan DMVPN menggunakan salah satu routing protokol nya cisco, yaitu EIGRP . Berikut gambaran topologi yang sudah dibuat dan sudah dikonfigurasi pada artikel Lab 13 : Konfigurasi Dasar DMVPN Phase 1 Cisco :

Gambar 1 Physical Topology

Gambar 2 Logical Topology
Pastikan Tunnel sudah terbangun dan ip tunnel bisa saling berkomunikasi :

R2


R2#ping 10.11.11.1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.11.11.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 68/68/72 ms

R2#

R4


R4#ping 10.11.11.1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.11.11.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 68/92/100 ms

R4#

Oke, pertama kita tentukan dulu AS Number atau nomer kepemilikan untuk routing eigrp kita, sebagai contoh, kita akan menggunakan AS number 10 . karena semua routing yang ada dalam satu jaringan eigrp harus sama AS Number nya .

Konfigurasi EIGRP pada Hub terlebih dahulu :

R1


R1(config)#router eigrp 10
R1(config-router)#network 1.1.1.1 0.0.0.0
R1(config-router)#network 10.11.11.0 0.0.0.255
R1(config-router)#no auto-summary
R1(config-router)#end

R1#

Keterangan :

Tinggal kita daftarkan saja network network directly connected yang ingin kita advertise ke router router lain di jaringan DMVPN kita. Jangan lupa perintah no auto-summary ya agar router tidak mengirim routing table classfull ke router lain .

Setelah itu konfigurasikan EIGRP di sisi Spoke :

R2


R1(config)#router eigrp 10
R1(config-router)#network 1.1.1.1 0.0.0.0
R1(config-router)#network 10.11.11.0 0.0.0.255
R1(config-router)#no auto-summary
R1(config-router)#end

R1#

Biasanya jika, konfigurasi eigrp sudah benar, maka akan muncul notif bahwa Neighbor sudah Up, artinya EIGRP di R2 sudah mendeteksi adalah router eigrp lain dan akan mengirim informasi routing kepada router tersebut (R1) :

Gambar 3 Neighbor EIGRP Up
Bisa kita cek juga dengan perintah :

R2#show ip eigrp neighbors
IP-EIGRP neighbors for process 10
H   Address                 Interface       Hold Uptime   SRTT   RTO  Q  Seq
                                            (sec)         (ms)       Cnt Num
0   10.11.11.1              Tu1               14 00:02:32   45  5000  0  9
R2#

Terlihat bahwa Neighbor 10.11.11.1 (R1) sudah mempunyai Uptime , artinya sudah melakukan proses adjency ke R2 . Kita bisa juga melakukan cek di table routing R2, apakah sudah mendapatkan advertise dari R1 .

R2#show ip route eigrp
     1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D       1.1.1.1 [90/297372416] via 10.11.11.1, 00:03:27, Tunnel1
R2#

Oke, EIGRP sudah benar di R2, lanjut di spoke yang lain (R4) .

R4


R4(config)#router eigrp 10
R4(config-router)#network 4.4.4.4 0.0.0.0
R4(config-router)#network 10.11.11.0 0.0.0.255
R4(config-router)#no auto-summary
R4(config-router)#end

R4#

Saatnya pengecekan routing table, apakah routing table di masing masing spoke sudah teradvertise ke Router Hub ?

R1


R1#show ip route eigrp
     2.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D       2.2.2.2 [90/297372416] via 10.11.11.2, 00:06:01, Tunnel1
     4.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D       4.4.4.4 [90/297372416] via 10.11.11.4, 00:01:33, Tunnel1

R1#

Wah, ternyata sudah teradvertise dengan baik, lanjut cek di sisi spoke :

R2

R2#show ip route eigrp
     1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D       1.1.1.1 [90/297372416] via 10.11.11.1, 00:06:45, Tunnel1
R2#

R4

R4#show ip route eigrp 
     1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D       1.1.1.1 [90/297372416] via 10.11.11.1, 00:02:28, Tunnel1
R4#

Dan seperti biasa, router spoke hanya mendapatkan informasi routing network yang directly connected dari R1 saja, seharusnya masing masing spoke juga tahu routing untuk menuju ke router spoke temannya . Agar, network dari semua spoke juga teradvertise ke masing masing spoke , matikan fitur split horizon pada interface tunnel, karena jika kita mengaktifkan fitur ini, maka router Hub tidak akan mengirim informasi routing ke interface yang sama (tunnel), dan ini menyebabkan router spoke tidak mendapat informasi routing tersebut . Dan ini juga menyebabkan jaringan lokal di masing masing spoke belum bisa terhubung satu sama lain :

R2

R2#ping 4.4.4.4 source 2.2.2.2

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 4.4.4.4, timeout is 2 seconds:
Packet sent with a source address of 2.2.2.2 
.....
Success rate is 0 percent (0/5)
R2#

Agar bisa terhubung, matikan split horizon di R1

R1

R1(config)#int tun1
R1(config-if)#no ip split-horizon eigrp 10
R1(config-if)#end
R1#

Oke, sekarang kita cek kembali table routing di masing masing spoke, apakah sudah lengkap sesuai yang kita harapkan ?

R2


R2#show ip route eigrp
     1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D       1.1.1.1 [90/297372416] via 10.11.11.1, 00:00:22, Tunnel1
     4.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D       4.4.4.4 [90/310172416] via 10.11.11.1, 00:00:22, Tunnel1
R2#

R4

R4#show ip route eigrp
     1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D       1.1.1.1 [90/297372416] via 10.11.11.1, 00:06:05, Tunnel1
     2.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
D       2.2.2.2 [90/310172416] via 10.11.11.1, 00:00:50, Tunnel1
R4#

Oke, table routing sudah lengkap. Sekarang cek konektifitas antar jaringan lokal router spoke :

R4

R4#traceroute 2.2.2.2 source 4.4.4.4

Type escape sequence to abort.
Tracing the route to 2.2.2.2

  1 10.11.11.1 96 msec 100 msec 100 msec
  2 10.11.11.2 112 msec 100 msec 96 msec
R4#

Akhirnya terhubung juga.

Terimakasih
Read more

Lab 15 : DMVPN Phase 1 Dengan Routing RIP

Febriyan Net - Setelah berhasil menghubungkan jaringan lokal menggunakan Static routing pada dmvpn, kali ini kita akan belajar menghubungkan jaringan lokal menggunakan salah satu protokol routing dinamis, yaitu RIP . Topologi yang sudah berjalan :

Gambar 1 Physical Topology
Gambar 2 Logical Topology
Seperti biasa, verifikasi terlebih dahulu apakah tunnel antara spoke sudah terhubung dengan baik ke router Hub dengan cara menguji ping menuju ke ip tunnel dari hub :

R2


R2#ping 10.11.11.1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.11.11.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 64/67/68 ms

R2#

R4


R4#ping 10.11.11.1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.11.11.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 44/76/100 ms

R4#

Oke, semua sudah terhubung ke router Hub, Sekarang saatnya masuk ke konfigurasi RIP , kita konfigurasi dulu di sisi Hub :

R1


R1(config)#router rip
R1(config-router)#version 2
R1(config-router)#network 1.1.1.1
R1(config-router)#network 10.11.11.0
R1(config-router)#no auto-summary
R1(config-router)#

Keterangan :

Karena kita ingin mengenalkan jaringan lokal dari R1 ke router router lain (spoke), daftarkan semua network dari jaringan lokal yang directly connected ke R1 yaitu 1.1.1.1 dan 10.11.11.1 . Jangan lupa perintah no auto-summary , agar si penerima table routing tidak menganggap informasi routing ini sebagai classfull .

Lanjutkan di sisi spoke :

R2


R2(config)#router rip
R2(config-router)#version 2
R2(config-router)#network 2.2.2.2
R2(config-router)#network 10.11.11.0
R2(config-router)#no auto-summary
R2(config-router)#

R4


R4(config)#router rip
R4(config-router)#version 2
R4(config-router)#network 4.4.4.4
R4(config-router)#network 10.11.11.0
R4(config-router)#no auto-summary
R4(config-router)#

Saat nya melakukan verifikasi apakah jaringan lokal dari masing masing router sudah teradvertise ke router lain dengan menggunakan perintah :

R1


R1#show ip route rip
     2.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
R       2.2.2.2 [120/1] via 10.11.11.2, 00:00:20, Tunnel1
     4.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
R       4.4.4.4 [120/1] via 10.11.11.4, 00:00:21, Tunnel1

R1#

Ternyata, R1 sudah berhasil mendapatkan rute untuk menuju kedua jaringan lokal dari spoke .
Sekarang gantian kita cek dari sisi spoke , apakah juga sudah mendapatkan advertise network dari router router lainnya ?

R2


R2#show ip route rip
     1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
R       1.1.1.1 [120/1] via 10.11.11.1, 00:00:25, Tunnel1

R2#

R4


R4#show ip route rip
     1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
R       1.1.1.1 [120/1] via 10.11.11.1, 00:00:13, Tunnel1

R4#

Dan ternyata, router router spoke hanya mendapatkan informasi routing untuk menuju jaringan lokal dari router hub saja, ini karena by default Router Hub akan mengaktifkan fitur Split Horizon dimana jika mengaktifkan fitur tersebut, maka si router Hub tidak akan mengirim balik network dari si pengirim menuju ke interface yang sama (tunnel), jadi kita harus mematikan fitur ini di sisi hub :

R1


R1(config)#int tun1
R1(config-if)#no ip split-horizon 
R1(config-if)#

Sekarang cek kembali table routing di router Spoke :

R2


R2#show ip route rip
     1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
R       1.1.1.1 [120/1] via 10.11.11.1, 00:00:12, Tunnel1
     4.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
R       4.4.4.4 [120/2] via 10.11.11.4, 00:00:13, Tunnel1

R2#

R4


R4#show ip route rip
     1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
R       1.1.1.1 [120/1] via 10.11.11.1, 00:00:06, Tunnel1
     2.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
R       2.2.2.2 [120/2] via 10.11.11.2, 00:00:06, Tunnel1

R4#

Alhasil, masing masing spoke sudah berhasil mendapatkan rute untuk menuju ke jaringan lokal router spoke lain.  Sekarang, cek apakah masing masing jaringan lokal sudah terhubung dengan baik ?

R2


R2#ping 4.4.4.4 source 2.2.2.2

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 4.4.4.4, timeout is 2 seconds:
Packet sent with a source address of 2.2.2.2
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 128/132/136 ms
R2#ping 1.1.1.1 source 2.2.2.2

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 1.1.1.1, timeout is 2 seconds:
Packet sent with a source address of 2.2.2.2
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 64/68/72 ms
R2#

R4

R4#ping 1.1.1.1 source 4.4.4.4

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 1.1.1.1, timeout is 2 seconds:
Packet sent with a source address of 4.4.4.4 
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 88/96/100 ms
R4#ping 2.2.2.2 source 4.4.4.4

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 2.2.2.2, timeout is 2 seconds:
Packet sent with a source address of 4.4.4.4 
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 92/101/116 ms
R4#

Dan akhirnya, semua jaringan lokal pun dapat terhubung dengan baik. Cobak kita traceroute dari jaringan lokal R2 menuju ke jaringan lokal R4 :

R2

R2#traceroute 4.4.4.4 source 2.2.2.2

Type escape sequence to abort.
Tracing the route to 4.4.4.4

  1 10.11.11.1 68 msec 68 msec 44 msec
  2 10.11.11.4 88 msec 100 msec 72 msec
R2#

Seperti biasa, untuk menuju ke jaringan lokal router spoke lain, R2 harus menuju ke Router Hub terlebih dahulu.

Terimakasih

Read more

Lab 14 : DMVPN Phase 1 Dengan Static Routing

Febriyan Net - Melanjutkan dari topologi sebelumnya pada artikel Lab 13 : Konfigurasi Dasar DMVPN Phase 1 Cisco , pada artikel kali ini kita akan belajar bagaimana menghubungkan jaringan lokal antar Spoke pada jaringan DMVPN , untuk menghubungkan jaringan lokal antar spoke kita dapat menggunakan salah satu protokol routing yaitu Static Routing, yaitu pencarian jalur secara manual oleh sang administrator . Berikut topologi yang akan kita lanjutkan :

Gambar 1 Physical Topology

Dan ini tampilan secara logic nya :

Gambar 2 Logical Topology
Daftar jaringan lokal masing masing perangkat :

R1 : 1.1.1.1/32
R2 : 2.2.2.2/32
R4 : 4.4.4.4/32

Target kita adalah menghubungkan ketiga jaringan lokal tersebut sehingga dapat saling berkomunikasi satu sama lain .

Pertama, verifikasi terlebih dahulu bahwa Router Spoke dapat terhubung ke ip tunnel dari Router Hub :

R2


R2#ping 10.11.11.1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.11.11.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 60/66/68 ms

R2#


R4

R4#ping 10.11.11.1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.11.11.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 68/93/100 ms

R4#


Setelah tunnel sudah terkoneksi dengan baik, saat nya membangun static routing dari sisi Hub terlebih dahulu agar terhubung dengan jaringan lokal Router Spoke nya :

R1


R1(config)#ip route 2.2.2.2 255.255.255.255 10.11.11.2
R1(config)#ip route 4.4.4.4 255.255.255.255 10.11.11.4
R1(config)#


Verifikasi dengan cara ping ke kedua jaringan lokal router Spoke :

R1#ping 2.2.2.2

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 2.2.2.2, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 64/67/68 ms
R1#ping 4.4.4.4

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 4.4.4.4, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 68/93/104 ms
R1#


Oke, selanjutnya buat static routing di sisi spoke :

R2


R2(config)#ip route 1.1.1.1 255.255.255.255 10.11.11.1
R2(config)#ip route 4.4.4.4 255.255.255.255 10.11.11.1
R2(config)#

R4


R4(config)#ip route 1.1.1.1 255.255.255.255 10.11.11.1
R4(config)#ip route 2.2.2.2 255.255.255.255 10.11.11.1
R4(config)#

Keterangan :

Kenapa kita harus menggunakan nexthop nya ip dari tunnel si Hub ? karena itu memang ciri khas nya DMVPN Phase 1 , jika masing masing jaringan lokal Spoke ingin terhubung, traffik harus melewati Hub terlebih dahulu

Nah sekarang verifikasi apakah jaringan lokal pada masing masing spoke dapat terhubung satu sama lain, dengan menggunakan perintah ping :

R2


R2#ping 1.1.1.1 source 2.2.2.2

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 1.1.1.1, timeout is 2 seconds:
Packet sent with a source address of 2.2.2.2
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 8/18/24 ms
R2#ping 4.4.4.4 source 2.2.2.2

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 4.4.4.4, timeout is 2 seconds:
Packet sent with a source address of 2.2.2.2
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 36/44/52 ms

R2#

R4


R4#ping 1.1.1.1 source 4.4.4.4

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 1.1.1.1, timeout is 2 seconds:
Packet sent with a source address of 4.4.4.4
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 64/80/132 ms
R4#ping 2.2.2.2 source 4.4.4.4

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 2.2.2.2, timeout is 2 seconds:
Packet sent with a source address of 4.4.4.4
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 96/99/100 ms

R4#

Oke, jika di traceroute dari jaringan lokal R2 menuju ke jaringan lokal R4 , terlihat akan melewati Hub terlebih dahulu :

R2#traceroute 4.4.4.4 source 2.2.2.2

Type escape sequence to abort.
Tracing the route to 4.4.4.4

  1 10.11.11.1 64 msec 68 msec 68 msec
  2 10.11.11.4 100 msec 104 msec 132 msec
R2#

Karena memang DMVPN Phase 1 menggunakan teknik seperti ini untuk menghubungkan antar spoke nya, harus lewat Hub terlebih dahulu .

Terimakasih
Read more

Thursday, August 9, 2018

Lab 13 : Konfigurasi Dasar DMVPN Phase 1 Cisco

Febriyan Net - Untuk menghubungkan jaringan lokal di banyak kantor cabang, cisco mempunyai salah satu protokol yang hanya bisa di gunakan untuk perangkat cisco itu sendiri, yaitu DMVPN . Pada DMVPN terdapat 2 istilah, yaitu Hub dan Spoke . Hub adalah perangkat yang akan menjadi Server atau pusat DMVPN , biasanya perangkat Hub ini terletak di Kantor Pusat . dan yang akan menjadi Spoke adalah perangkat perangkat yang terdapat di kantor cabang . Berikut adalah jaringan yang akan kita buat :


Oh iya, Perangkat HUB harus mempunyai Statik IP publik, ip publik R1 pada topologi diatas adalah 111.1.1.1 . Perangkat yang menjadi Spoke ada 2, yang pertama R2 yang ip publik langsung terpasang di perangkat itu sendiri, yang kedua R4, ip publik nya terpasang di R3, jadi dia menggunakan ip lokal 192.168.1.0 dan menggunakan NAT di R3 agar R4 bisa terhubung ke Hub (R1) .

Pastikan terlebih dahulu semua Spoke bisa ping ke Ip publik Hub .

R2

R2#ping 111.1.1.1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 111.1.1.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 64/64/68 ms
R2#


R4

R4#ping 111.1.1.1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 111.1.1.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 96/96/100 ms
R4#

Untuk ip lokal yang akan menjadi ip vpn yaitu :

R1 : 10.11.11.1
R2 : 10.11.11.2
R4 : 10.11.11.4

Setting Pada sisi perangkat yang akan menjadi Hub (R1) terlebih dahulu :

R1

R1(config)#interface tunnel 1
R1(config-if)#ip address 10.11.11.1 255.255.255.0
R1(config-if)#tunnel source fastEthernet 0/0
R1(config-if)#tunnel mode gre multipoint
R1(config-if)#tunnel key 1
R1(config-if)#ip nhrp holdtime 300
R1(config-if)#ip nhrp map multicast dynamic 
R1(config-if)#ip nhrp network-id 1
R1(config-if)#

Keterangan : 

R1(config-if)#tunnel source fastEthernet 0/0
interface pada spoke yang menjadi penghubung atau jalur antara spoke dan hub, bisa juga diisi dengan alamat ip interface tersebut .

R1(config-if)#tunnel mode gre multipoint
artinya bisa banyak perangkat yang dapat membangun tunnel ke interface tunnel ini

R1(config-if)#tunnel key 1
Yang menjadi kunci pembeda antara satu tunnel dengan tunnel lainnya dan juga untuk autentikasi tunnel

R1(config-if)#ip nhrp holdtime 300
Waktu jeda pada nhrp untuk melakukan sinkronisasi atau request ke perangkat tunnel lawan, ini waktu yang digunakan untuk melakukan mapping atau pemetaan semua ip publik yang dimiliki oleh perangkat spoke yang terhubung ke hub

R1(config-if)#ip nhrp map multicast dynamic
Menggunakan mapping dinamis, artinya si administrator tidak perlu listing manual ip publik yang dimiliki perangkat spoke 

R1(config-if)#ip nhrp network-id 1
Untuk pembeda antara satu nhrp dengan nhrp lainnya pada perangkat ini


Verifikasi Interface Tunnel telah Up :

R1#show ip interface brief 
Interface                  IP-Address      OK? Method Status                Protocol
FastEthernet0/0            111.1.1.1       YES manual up                    up      
FastEthernet1/0            unassigned      YES unset  administratively down down    
FastEthernet2/0            unassigned      YES unset  administratively down down    
FastEthernet3/0            unassigned      YES unset  administratively down down    
Tunnel1                    10.11.11.1      YES manual up                    up      
R1#

Sekarang konfigurasi pada sisi spoke, atau cabang :

R2

R2(config)#int tunnel 1
R2(config-if)#ip address 10.11.11.2 255.255.255.0
R2(config-if)#tunnel source fa0/0
R2(config-if)#tunnel destination 111.1.1.1
R2(config-if)#tunnel key 1
R2(config-if)#ip nhrp holdtime 300
R2(config-if)#ip nhrp map 10.11.11.1 111.1.1.1
R2(config-if)#ip nhrp network-id 1
R2(config-if)#ip nhrp nhs 10.11.11.1

Keterangan :

R2(config-if)#ip nhrp map 10.11.11.1 111.1.1.1
ini teknik manual mapping ip publik dari perangkat hub , karena memang harus statik 

R2(config-if)#ip nhrp nhs 10.11.11.1
ip lokal tunnel yang akan menjadi Hub atau pusat tunnel


R4

R4(config)#interface Tunnel1
R4(config-if)# ip address 10.11.11.4 255.255.255.0
R4(config-if)# ip nhrp map 10.11.11.1 111.1.1.1
R4(config-if)# ip nhrp network-id 1
R4(config-if)# ip nhrp holdtime 300
R4(config-if)# ip nhrp nhs 10.11.11.1
R4(config-if)# tunnel source FastEthernet0/0
R4(config-if)# tunnel destination 111.1.1.1
R4(config-if)# tunnel key 1
R4(config-if)#
*Mar  1 00:22:28.335: %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Tunnel1, changed state to up
R4(config-if)#

Verifikasi bahwa spoke memang sudah benar benar terhubung dengan Hub

R1#show ip nhrp
10.11.11.2/32 via 10.11.11.2, Tunnel1 created 00:03:32, expire 00:01:27
  Type: dynamic, Flags: authoritative unique registered used 
  NBMA address: 111.1.1.2 
10.11.11.4/32 via 10.11.11.4, Tunnel1 created 00:01:12, expire 00:03:47
  Type: dynamic, Flags: authoritative unique registered 
  NBMA address: 111.1.1.3 
    (Claimed NBMA address: 192.168.1.2) 
R1#

Keterangan :

Karena Router R4 dibelakang NAT, akan muncul keterangan :

(Claimed NBMA address: 192.168.1.2)

itu merupakan ip jaringan lokal dari R4


Sekarang cobak cek konektifitas tunnel yang sudah dibuat dengan cara ping dari ip lokal tunnel cabang (Spoke) ke ip lokal tunnel pusat (Hub) :

R2

R2#ping 10.11.11.1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.11.11.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 64/77/88 ms
R2#

R4

R4#ping 10.11.11.1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.11.11.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 68/86/100 ms
R4#

Oke, berarti masing masing cabang sudah terhubung dengan baik ke kantor pusat melalui interface tunnel , tinggal selanjutnya jika ingin jaringan lokal dari masing masing cabang bisa terhubung, bisa menggunakan protokol routing seperti static, eigrp, rip, ospf , ataupun BGP .


Read more