Thursday, May 10, 2018

CCNA : Type LSA dan Area Spesial OSPF (Stub, Totally Stub, dan Not So Stubby Area)


Febriyan Net - Dalam OSPF, masing masing router yang tergabung ke jaringan OSPF akan memiliki topologi dari area ospf router itu sendiri, ini akan sangat berguna agar ketika salah satu jalur down, maka router akan dapat memilih jalur terbaik sendiri tanpa harus mengirim query kembali ke semua router. Namun, Semakin banyak area dan router yang ada pada jaringan OSPF, maka dalam penggambaran topology atau pencarian jalur terbaik akan memakan banyak resource jika dilakukan persatu router di jaringan OSPF . Maka dari itu, OSPF membagi jaringannya dalam beberapa AREA, agar satu persatu router tidak perlu menggambar topologi seluruh jaringan OSPF , router OSPF hanya perlu mengetahui topology satu area nya saja . Sehingga resource pada masing masing router akan lebih ringan. Nah, kalo dipikir pikir lagi, kalau satu router tidak mengetahui topologi area lain, terus kalau router itu mau terhubung dan mengetahui jalur terbaik ke router di area lain gimana tuh ? Nah, itulah yang akan kita bahas kali ini

Pertama, kita harus mengetahui dulu istilah istilah router pada OSPF agar nanti selanjutnya dalam pemaparan tidak terlalu canggung .

  • IR ( Internal Router ) : Router router yang ada di dalam suatu area
  • DR ( Designated Router ) : Router yang menjadi ayah bagi IR , fungsinya DR yaitu untuk menerima dan mendistribusikan Topologi atau LSA dari semua router ke semua router dari satu area, sehingga meringankan penggunaan resource dari IR yang lain, karena satu persatu IR tidak perlu mendistribusikan ke semua IR, hanya perlu mengirim ke DR, nanti DR yang mendisitribusikan ke semua router, ini juga meringankan flooding traffik karena bersifat broadcast .
  • BDR ( Backup Designated Router ) : Router cadangan jika DR utama mati atau down
  • ABR ( Area Border Router ) : Router yang menjadi jembatan antara satu area ke area lain, sehingga dalam satu router ini, terkonfigurasi 2 atau lebih area.
  • ASBR ( Autonomous System Boundary Router ) : Kalau ABR menjadi jembatan antar area yang masih dalam satu jaringan OSPF atau Autonomous System . Maka kalau ASBR dia menjadi jembatan jaringan routing OSPF ke jaringan routing lain misalnya EIGRP, BGP, RIPV1, RIPV2, dan routing dinamis lain .
Oke, sebelumnya apa itu LSA ? LSA kepanjangan dari Link State Advertisement  yaitu Suatu pendistribusian keadaan jalur atau router dalam satu area ospf yang biasanya didalam LSA ini terdapat LSP (Link State Packet). LSA ini lah yang digunakan untuk membangun gambaran topology pada suatu area yang hanya di distribusikan ke DR maupun BDR yang nantinya akan di distribusikan kembali ke semua router anggota area ospf tersebut .

Sebenarnya ada sekitar lebih dari 7 type LSA ospf, tetapi kali ini kita hanya membahas LSA type 1 sampai 7 saja karena type type inilah yang biasa nya digunakan dalam OSPF . Berikut type type LSA pada jaringan OSPF :
  1. Type 1 ( Router Link States ) : Informasi yang ada pada LSA ini yaitu Daftar router atau router id yang masih dalam satu area dan kondisi pada masing masing jalur router tersebut . Jika pada area 0 atau area backbone, lsa type 1 ini tidak hanya berisi informasi IR pada area 0 tapi juga ABR pada seluruh jaringan OSPF tersebut .
  2. Type 2 ( Net Link States ) :   Berisi Informasi Link dan Router DR yang ada pada satu area router ini .
  3. Type 3 ( Summary Net Link ) : Berisi Informasi Link area area lain yang masih dalam satu jaringan OSPF .
  4. Type 4 ( Summary ASB Link States ) : Informasi Link Router Router yang menjadi ASBR pada satu jaringan OSPF ini .
  5. Type 5 ( AS External Link States ) : Berisi Informasi link atau jalur yang berada di selain jaringan OSPF atau dalam artian jalur yang berasal dari AS Number lain . Yang mengirimkan LSA type 5 ini adalah router yang menjadi ASBR .
  6. Type 6 ( Group MemberShip ) : Saya kurang begitu faham dengan type ini, tertulis bahwa type 6 ini berisi multicast routing protocol . Dan juga type ini jarang digunakan .
  7. Type 7 ( AS External Link States ) : Inilah Informasi yang dibuat oleh router ASBR hanya saja ASBR ini berada di area NSSA (Not So Stubby Area) bukan berada di area biasa . LSA ini berisi informasi tentang kondisi link Dari Routing Protocol lain atau AS Number lain . Type 7 ini akan diubah ke type 5 jika sudah sampai ke router ABR .
Oke, itulah beberapa tipe LSA pada jaringan OSPF . Sekarang kita masuk ke jenis jenis Area Spesial Pada OSPF :
  1. Stub Area : Area ini merupakan ujung buntu dari jaringan OSPF, artinya hanya ada satu jalur saja untuk keluar dari ujung buntu ini. Fungsi dari area ini adalah untuk mengurangi resource router yang ada di area buntu, router pada area buntu ini tidak perlu mempunyai semua routing table luar dari jaringan ospf (eigrp, rip, bgp, dll). router pada stub area cukup mempunyai routing table pada satu AS OSPF nya saja sehingga dapat meringankan kinerja router tersebut. Stub Area memblokir LSA Type 4 dan 5 sehingga tidak mendapat external route dari ASBR. Kemudian bagaimana agar router ini dapat terhubung ke jaringan routing lain ? jawabannya adalah dengan default route . Ya, Stub area akan mengganti LSA Type 3 yang seharusnya berisi informasi informasi link area lain akan diganti dengan default route (0.0.0.0/0) .
  2. Totally Stub Area : Area ini hamipr sama dengan stub area, hanya saja pada area ini lebih ketat, ketat disini yaitu router tidak menerima routing table sama sekali dari area lain maupun dari AS lain. Router akan memblokir LSA Type 3,4, dan 5 . Hampir sama dengan Stub Area, LSA akan menggantinya dengan default route sehingga router Totally Stub Area ini dapat terhubung dengan jaringan luar
  3. Not So Stubby Area ( NSSA ) : Area yang tidak terlalu seperti stub area, ini merupakan area spesial buntu yang tidak menerima routing table atau LSA dari area 0 tetapi masih dapat menerima routing table dari external routing (eigrp, rip, bgp, dll) . Inilah yang akan membuat LSA Type 7.
 
Konfigurasi Stub Area

Pada contoh lab kali ini saya ingin membuat area 4 menjadi area stub . konfigurasi stub dilakukan di semua router yang berada di area 4 .


 
R8(config)#router ospf 8
R8(config-router)#area 4 stub

R33(config)#router ospf 33
R33(config-router)#area 4 stub
Sekarang kita buktikan dengan melihat database LSA router R33 apakah berhasil membuat default route ?


R33#sh ip ospf database
OSPF Router with ID (33.33.33.33) (Process ID 33)

Router Link States (Area 4)

Link ID ADV Router Age Seq# Checksum Link count
33.33.33.33 33.33.33.33 504 0x80000007 0x00fefc 2
8.8.8.8 8.8.8.8 504 0x80000006 0x00bcb4 1

Net Link States (Area 4)
Link ID ADV Router Age Seq# Checksum
19.19.19.33 33.33.33.33 504 0x80000004 0x00e92f

Summary Net Link States (Area 4)
Link ID ADV Router Age Seq# Checksum
8.8.8.8 8.8.8.8 504 0x8000005b 0x007c47
18.18.18.0 8.8.8.8 504 0x8000005c 0x00614b
22.22.22.0 8.8.8.8 504 0x8000005d 0x00296d
0.0.0.0 8.8.8.8 504 0x8000005e 0x00e7f8
15.15.15.0 8.8.8.8 394 0x8000005f 0x00e5c9
12.12.12.0 8.8.8.8 394 0x80000060 0x005a5c
11.11.11.0 8.8.8.8 394 0x80000061 0x007c3c
10.10.10.0 8.8.8.8 394 0x80000062 0x00a811
13.13.13.0 8.8.8.8 394 0x80000063 0x009412
4.4.4.4 8.8.8.8 394 0x80000064 0x004186
3.3.3.3 8.8.8.8 394 0x80000065 0x007752
1.1.1.1 8.8.8.8 394 0x80000066 0x00dbf3
2.2.2.2 8.8.8.8 394 0x80000067 0x00ab1f
7.7.7.7 8.8.8.8 394 0x80000068 0x002784
17.17.17.0 8.8.8.8 6 0x80000069 0x00752c
6.6.6.6 8.8.8.8 6 0x8000006a 0x00c4f6
5.5.5.5 8.8.8.8 6 0x8000006b 0x00fac2
16.16.16.0 8.8.8.8 6 0x8000006c 0x009d03
20.20.20.0 8.8.8.8 6 0x8000006d 0x008304
34.34.34.34 8.8.8.8 6 0x8000006e 0x003cfc
14.14.14.0 8.8.8.8 6 0x8000006f 0x006234
9.9.9.9 8.8.8.8 6 0x80000070 0x00c4d5

Nah, terdapat baris yang menunjukkan 0.0.0.0 , berarti default route berhasil dibuat . Atau bisa dengan melihat table routing .

R33#sh ip route
Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGP
       D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
       N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
       E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP
       i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area
       * - candidate default, U - per-user static route, o - ODR
       P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is 19.19.19.8 to network 0.0.0.0

....
....
....

O IA    20.20.20.0 [110/16] via 19.19.19.8, 00:01:43, FastEthernet0/0
     22.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
O IA    22.22.22.0 [110/11] via 19.19.19.8, 01:41:37, FastEthernet0/0
     33.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
C       33.33.33.33 is directly connected, Loopback0
     34.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O IA    34.34.34.34 [110/17] via 19.19.19.8, 00:01:43, FastEthernet0/0
O*IA 0.0.0.0/0 [110/2] via 19.19.19.8, 01:41:37, FastEthernet0/0


Terlihat default route pada baris terakhir dan menggunakan flags 0*IA .

Konfigurasi Totally Stub Area


Perintah nya adalah sebagai berikut :
R7(config)#router ospf 7
R7(config-router)#area 3 stub no-summary

R9(config)#router ospf 9
R9(config-router)#area 3 stub no-summary


Konfigurasi Not So Stubby Area


Perintahnya adalah sabagai berikut :
R8(config)#router ospf 8
R8(config-router)#area 6 nssa no-summary
R36(config)#router ospf 36
R36(config-router)#area 6 nssa no-summary

Silahkan lakukan pengujian sama seperti saat menguji stub area dan juga cek LSA table nya .
Oke, cukup itu saja. Semoga bermanfaat,
Terimakasih
Read more

Wednesday, May 9, 2018

MTCRE : Fail Over menggunakan gateway yang tidak terhubung langsung (Recursive) dan memisahkan jalur modem


Febriyan Net - Jika dalam jaringan terdapat beberapa sumber internet, kita bisa menggunakan teknik fail over agar ketika satu sumber internet utama mati, maka otomatis jalur akan berpindah ke sumber internet backup. Teknik ini sangat berguna jika dalam jaringan membutuhkan konektivitas yang lancar, dalam artian jaringan harus selalu up agar ketika ada satu sumber internet yang mati, maka secara otomatis dan dengan cepat akan berpindah ke sumber internet kedua sehingga tidak perlu menunggu si administrator jaringan untuk memindahkan jalur fisik secara manual . Dalam topology kali ini, kita mempunyai 3 sumber internet (artikan saja modem) yaitu modem utama khusus untuk guru, modem utama khusus untuk siswa, dan terakhir modem backup untuk guru maupun siswa . Berikut gambaran topology yang akan kita buat :


Dan pada teknik failover saat ini, berbeda dengan teknik failover tradisional. Teknik FailOver tradisional yaitu router utama akan mengecek ip modem yang menjadi gateway  yang satu subnet dengan router utama dengan cara mengirim ping, dan ketika router utama mengirim ping ke modem, dan ternyata ping nya gagal, maka secara otomatis jalur akan perpindah ke modem backup . Ini sangat tidak efektif untuk mengindikasikan apakah internet mati atau tidak, karena bisa saja internet mati, tapi modem masih hidup. Jadi, dalam artikel kali ini, kita akan menggunakan teknik failover dengan cara mengecek ping bukan ke ip modem, tapi ke dns server (8.8.8.8 atau 8.8.4.4) . Kenapa dns server ? karena dalam dunia nyata, biasanya server dns di internet harus selalu UP , sehingga server dns bisa kita jadikan patokan apakah internet sekolah masih hidup ataukan mati.

Teknik Fail Over ini biasa disebut dengan Recursive Gateway, yaitu teknik ketika kita menggunakan gateway yang tidak terhubung langsung dengan router kita.

Oke, Berikut list alamat ip pada topologi :


Okeeh, pertama konfigurasi alamat ip pada masing masing router .

ISP
[admin@ISP] > ip address add interface=ether2 address=8.8.8.1/24
[admin@ISP] > ip address add interface=ether1 address=10.10.10.254/24

DNS Server
[admin@DNSServer] > ip address add interface=ether1 address=8.8.8.8/24
[admin@DNSServer] > interface bridge add name=lo0
[admin@DNSServer] > ip address add interface=lo0 address=8.8.4.4/24

Modem Guru
[admin@MGuru] > ip address add interface=ether1 address=192.168.1.1/24
[admin@MGuru] > ip address add interface=ether2 address=10.10.10.1/24

Modem Siswa
[admin@MSiswa] > ip address add interface=ether1 address=192.168.2.1/24
[admin@MSiswa] > ip address add interface=ether2 address=10.10.10.2/24

Modem Backup
[admin@MBackup] > ip address add interface=ether2 address=10.10.10.3/24
[admin@MBackup] > ip address add interface=ether1 address=192.168.3.1/24

Router Utama
[admin@RouterUtama] > ip address add interface=ether1 address=192.168.1.2/24
[admin@RouterUtama] > ip address add interface=ether2 address=192.168.2.2/24
[admin@RouterUtama] > ip address add interface=ether3 address=192.168.3.2/24
[admin@RouterUtama] > ip address add interface=ether4 address=172.10.10.1/24
[admin@RouterUtama] > ip address add interface=ether5 address=172.20.20.1/24


Oh iya, alamat ip untuk PC Guru dan PC Siswa kita konfigurasi dhcp saja .

Router Utama
[admin@RouterUtama] > ip dhcp-server setup
Select interface to run DHCP server on

dhcp server interface: ether4
Select network for DHCP addresses

dhcp address space: 172.10.10.0/24
Select gateway for given network

gateway for dhcp network: 172.10.10.1
Select pool of ip addresses given out by DHCP server

addresses to give out: 172.10.10.2-172.10.10.254
Select DNS servers

dns servers: 8.8.8.8
Select lease time

lease time: 10m


[admin@RouterUtama] > ip dhcp-server setup      
Select interface to run DHCP server on

dhcp server interface: ether5
Select network for DHCP addresses

dhcp address space: 172.20.20.0/24
Select gateway for given network

gateway for dhcp network: 172.20.20.1
Select pool of ip addresses given out by DHCP server

addresses to give out: 172.20.20.2-172.20.20.254
Select DNS servers

dns servers: 8.8.8.8
Select lease time

lease time: 10m

Kemudian konfigurasi firewall nat pada masing masing router agar pc client konek ke internet (dns server) .

Router Utama
[admin@RouterUtama] > ip firewall nat add action=masquerade chain=srcnat



Modem Guru
[admin@MGuru] > ip firewall nat add action=masquerade chain=srcnat



Modem Siswa
[admin@MSiswa] > ip firewall nat add action=masquerade chain=srcnat



Modem Backup
[admin@MBackup] > ip firewall nat add action=masquerade chain=srcnat



ISP
[admin@ISP] > ip firewall nat add action=masquerade chain=srcnat



Kemudian buat route dan default gateway pada masing masing router

ISP
[admin@ISP] > ip route add dst-address=8.8.4.4 gateway=8.8.8.8


Agar dapat menjangkau dns server 8.8.4.4 karena, ip address 8.8.4.4 merupakan salah satu ip loopback

Modem Guru
[admin@MGuru] > ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.10.10.254


Modem Siswa
[admin@MSiswa] > ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.10.10.254


Modem Backup
[admin@MBackup] > ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.10.10.254

Konfigurasikan mangle untuk membedakan traffik guru dan siswa pada router utama .

[admin@RouterUtama] > ip firewall mangle add chain=prerouting  action=mark-routing new-routing-mark=rute_guru src-address=172.10.10.0/24

[admin@RouterUtama] > ip firewall mangle add chain=prerouting action=mark-routing new-routing-mark=rute_siswa src-address=172.20.20.0/24


Paket yang berasal dari guru dan siswa berhasil di tandai, sekarang saat nya mengkonfigurasi untuk failover nya . 

[admin@RouterUtama] > ip route add dst-address=8.8.8.8 gateway=192.168.1.1 scope=40

[admin@RouterUtama] > ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=8.8.8.8 target-scope=40 routing-mark=rute_guru check-gateway=ping


Perintah diatas berfungsi untuk membuat recursive gateway untuk traffik guru agar melewati jalur utama guru, yaitu 192.168.1.1 . Kemudian buat perintah agar ketika link internet mati dari modem guru utama, secara otomatis akan berpindah ke modem backup .

[admin@RouterUtama] > ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.3.1 routing-mark=rute_guru distance=2


Kenapa menggunakan distance ? Inilah yang digunakan agar modem backup menjadi alternatif ke 2 setelah modem guru utama .

Kita coba mengujinya dengan cara melihat jalur yang dilewati pc guru untuk menuju ke internet terlebih dahulu .

PCGuru> tracer 8.8.8.8 -P 6
trace to 8.8.8.8, 8 hops max (TCP), press Ctrl+C to stop
 1   172.10.10.1   0.796 ms  0.587 ms  0.414 ms
 2   192.168.1.1   1.720 ms  1.208 ms  0.948 ms
 3   10.10.10.254   1.913 ms  1.092 ms  1.770 ms
 4   8.8.8.8   6.389 ms  1.284 ms  1.736 ms


Dia akan menggunakan jalur modem guru utama karena link ke internet masih up atau masih aktif. Sekarang coba kita uji failovernya, dengan cara mematikan link dari modem guru utama ke internet .


Dan apa yang terjadi ?  kita coba lakukan tracer kembali dari pc guru .

PCGuru> tracer 8.8.8.8 -P 6
trace to 8.8.8.8, 8 hops max (TCP), press Ctrl+C to stop
 1   172.10.10.1   0.801 ms  0.580 ms  0.439 ms
 2   192.168.3.1   2.746 ms  0.951 ms  0.869 ms

 3   10.10.10.254   1.914 ms  1.659 ms  1.802 ms
 4   8.8.8.8   5.902 ms  1.417 ms  1.697 ms


Ternyata pc guru masih terhubung dengan internet, tapi dengan menggunakan jalur modem backup . berarti konfigurasi kita sudah berhasil .

Oke, selanjutnya konfigurasi kan failover ke pc siswa dengan konfigurasi yang sama seperti pc guru .

[admin@RouterUtama] > ip route add dst-address=8.8.4.4 gateway=192.168.2.1 scope=50

[admin@RouterUtama] > ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=8.8.4.4 target-scope=50 routing-mark=rute_siswa check-gateway=ping

[admin@RouterUtama] > ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.3.1 routing-mark=rute_siswa distance=2


Kenapa recursive gateway pc siswa menggunakan 8.8.4.4 , bukannya 8.8.8.8 ? karena gateway 8.8.8.8 sudah digunakan pada scope 40, dikhawatirkan failover ke link backup akan gagal pada jalur internet siswa ini karena menggunakan gateway yang sama .

Saat nya pengujian dari sisi pc siswa
Jalur sebelum link internet modem siswa utama di matikan

VPCS> trace 8.8.8.8 -P 6
trace to 8.8.8.8, 8 hops max (TCP), press Ctrl+C to stop
 1   172.20.20.1   0.629 ms  0.523 ms  0.370 ms
 2   192.168.2.1   0.852 ms  0.647 ms  0.647 ms

 3   10.10.10.254   2.639 ms  1.906 ms  2.180 ms
 4   8.8.8.8   1.430 ms  1.276 ms  1.180 ms



Setelah link internet modem siswa utama dimatikan

VPCS> trace 8.8.8.8 -P 6
trace to 8.8.8.8, 8 hops max (TCP), press Ctrl+C to stop
 1   172.20.20.1   1.037 ms  1.013 ms  0.625 ms
 2   192.168.3.1   1.832 ms  0.984 ms  0.937 ms

 3   10.10.10.254   2.034 ms  0.899 ms  0.893 ms
 4   8.8.8.8   2.025 ms  1.179 ms  1.157 ms



Oke, semua konfigurasi sudah berhasil . Oh iya, pada implementasi di dunia nyata, kita tidak perlu membuat router khusus untuk dns server lokal seperti pada topologi yang saya buat, cukup gunakan gateway untuk failover dengan dns server asli seperti 8.8.8.8 atau 8.8.4.4 . pada topologi saya hanya untuk mempermudah ketika ingin memutus link internet, jadi seolah olah internet (dns server) ada di jaringan lokal.
Read more

Sunday, May 6, 2018

CCNA : Simple EIGRP Lab


Febriyan Net - Salah satu jenis routing protokol IGP (Interior Gateway Protocol) yang sering digunakan adalah EIGRP, EIGRP merupakan salah satu jenis routing protokol yang merupakan cisco proprietary, artinya jenis protokol ini hanya dapat digunakan pada perangkat cisco, tetapi sebenarnya tidak menutup kemungkinan brand perangkat lain akan mengadopsi routing protokol ini. Nah, kali ini saya akan ngoprek sedikit tentang eigrp di cisco ini, dengan menggunakan aplikasi simulasi packet tracer . Berikut topologi yang akan kita buat :


Pada praktek kali ini , kita belum memerlukan ip loopback untuk pengujian. Goal nya yaitu R5 dan R6 dapat terkoneksi dengan baik melalui routing eigrp . Untuk alamat ip masing masing interface di topologi menggunakan hostname router itu sendiri pada oktet terakhir. contoh, ip untuk interface fa1/0 R1 adalah 10.11.1.1 dan ip untuk interface fa0/1 R4 adalah 11.11.11.4 .
Oke, pertama konfigurasi alamat ip terlebih dahulu pada masing masing router .

R1

R1(config)#interface fastEthernet 0/0
R1(config-if)#ip address 13.13.13.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no shutdown
R1(config-if)#exit
R1(config)#interface fa0/1
R1(config-if)#ip address 10.10.10.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no shutdown
R1(config-if)#exit
R1(config)#interface fastEthernet 1/0
R1(config-if)#no shutdown
R1(config-if)#ip address 10.11.1.1 255.255.255.0
R1(config-if)#exit

R2
R2(config)#int fa0/0
R2(config-if)#ip address 13.13.13.2 255.255.255.0
R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#exit
R2(config)#int fa0/1
R2(config-if)#ip address 12.12.12.2 255.255.255.0
R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#exit

R3
R3(config)#int fa0/0
R3(config-if)#ip address 12.12.12.3 255.255.255.0
R3(config-if)#no shutdown
R3(config-if)#exit
R3(config)#int fa0/1
R3(config-if)#ip address 11.11.11.3 255.255.255.0
R3(config-if)#no shutdown
R3(config-if)#exit
R3(config)#int fa1/0
R3(config-if)#ip address 10.12.1.3 255.255.255.0
R3(config-if)#no shutdown
R3(config-if)#exit

R4
R4(config)#int fa0/1
R4(config-if)#ip address 11.11.11.4 255.255.255.0
R4(config-if)#no shutdown
R4(config-if)#exit
R4(config)#int fa0/0
R4(config-if)#no sh
R4(config-if)#ip address 10.10.10.4 255.255.255.0
R4(config-if)#exit

R5
R5(config)#int fa0/0
R5(config-if)#ip address 10.11.1.5 255.255.255.0
R5(config-if)#no shutdown
R5(config-if)#exit

R6
R6(config)#int fa0/0
R6(config-if)#ip address 10.12.1.6 255.255.255.0
R6(config-if)#no shutdown
R6(config-if)#exit

Jangan lupa setelah konfigurasi alamat ip, lakukan verifikasi bahwa konfigurasi alamat ip sudah benar dengan cara ping ke ip router lawan . Kalau sudah, sekarang waktunya masuk ke konfigurasi eigrp . Untuk mengkonfigurasi eigrp agar router dapat mengadvertise network nya masing masing, dapat menggunakan perintah "router eigrp <AS Number>" pada global configuration mode . Semua router akan mau adjective atau saling mengadvertise, jika dalam satu AS number, untuk contoh kali ini, kita menggunakan AS Number 100 . Sebenernya angka untuk as number itu terserah, dan maksimal angka untuk as number adalah 65535 .

R1
R1(config)#router eigrp 100
R1(config-router)#network 10.11.1.0
R1(config-router)#network 13.13.13.0
R1(config-router)#network 10.10.10.0
R1(config-router)#no auto-summary
R1(config-router)#exit
Perintah diatas digunakan untuk mendaftarkan network atau alamat ip yang akan di advertise ke router neighbors, isi dengan network yang terhubung langsung dengan router tersebut (R1) . Kemudian fungsi dari perintah "no auto summary" adalah agar eigrp tidak mengenal network tadi secara tradisional. Jika menggunakan auto summary maka network akan mendapatkan penyingkatan sesuai dengan class ip tersebut. contohnya 10.10.10.0 akan menjadi 10.0.0.0 dan 10.11.1.0 menjadi 10.0.0.0 sehingga ini bisa merugikan jika 2 network ini berada di next-hop yang berbeda

R2
R2(config)#router eigrp 100
R2(config-router)#network 13.13.13.0
R2(config-router)#network 12.12.12.0
R2(config-router)#no auto-summary
R2(config-router)#exit

R3
R3(config)#router eigrp 100
R3(config-router)#network 11.11.11.0
R3(config-router)#network 12.12.12.0
R3(config-router)#network 10.12.1.0
R3(config-router)#no auto-summary
R3(config-router)#exit

R4
R4(config)#router eigrp 100
R4(config-router)#network 11.11.11.0
R4(config-router)#network 10.10.10.0
R4(config-router)#no auto-summary
R4(config-router)#exit

R5
R5(config)#router eigrp 100
R5(config-router)#network 10.11.1.0
R5(config-router)#no auto-summary
R5(config-router)#exit

R6
R6(config)#router eigrp 100
R6(config-router)#network 10.12.1.0
R6(config-router)#no auto-summary
R6(config-router)#exit

Oke. saatnya pengujian, cobak ping dari R5 ke R6 . Pastikan hasilnya reply .

R5
R5#ping 10.12.1.6

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.12.1.6, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 0/2/11 ms
R5#

Jika success rate bukan menunjukkan angka 0 percent, berarti konfigurasi eigrp telah berhasil . Sebagai tambahan, EIGRP juga mempunyai backup link, jadi ada satu link yang dijadikan sebagai jalur utama , ketika jalur utama mati atau down, maka secara otomatis jalur akan berpindah ke jalur backup . Nah, proses ini berjalan dengan sangat cepat . Sebagai bahan percobaan, dalam topologi terdapat 2 jalur untuk menuju R6 yaitu dapat melalui R2 maupun R4 , namun eigrp akan memilih best path dengan cara menghitung matrik . Untuk mengetahui best path yang sedang berjalan, tinggal traceroute dari R5 ke R6 . kalau dilihat dari traceroute yang sudah saya lakukan, ternyata untuk menuju R6 , harus melewati 10.10.10.4 (R4) terlebih dahulu. berarti R4 menjadi jalur utama .


coba kita buktikan fitur backup ini pada eigrp dengan cara memutus jalur antara R1 dan R4 yang menjadi jalur utama dengan cara mematikan fa0/1 pada R1 :

R1
R1(config)#int fa0/1
R1(config-if)#shutdown
R1(config-if)#exit

Sehingga link antara R1 dan R4 akan mati seperti gambar berikut :

Sekarang kita uji apakah R5 masih dapat terhubung dengan R6 walau jalur utama sudah mati ? . kita dapat mengujinya dengan perintah traceroute .


Nah, ternyata fitur backup pada eigrp memang dapat bekerja dengan baik. R5 dan R6 masih dapat terhubung dengan jalur backup 13.13.13.2 (R2) yang sebelumnya 10.10.10.4 (R4) menjadi jalur utama .

Terimakasih
Read more

Wednesday, April 25, 2018

Modul Cisco Packet Tracer Bahasa Indonesia : VLAN + Latihan Lab (PKA)


Febriyan Net - Oke, lanjut saya akan berbagi modul sederhana selanjutnya, yaitu modul tentang Virtual LAN . Pada modul kali ini, saya membahas beberapa hal, diantaranya yaitu, VLAN Access, Trunk, dan VTP, dan juga Router On Stick beserta Lab nya dengan menggunakan aplikasi packet tracer (PKA) .
Alhamdulillah, modul ini saya kemas dengan bahasa indonesia, walaupun terkadang sulit juga untuk dipahami, hehe. Karena memang banyak istilah istilah di jaringan yang menggunakan bahasa inggris.  Berikut daftar isi dari modul sederhana saya :

Cukup simple bukan ? . Langsung saja, berikut preview nya :

Preview



Berikut Link download nya : https://drive.google.com/drive/folders/17TN9y5sYEglpjo7QE9j4zLSh0sOBNiYy?usp=sharing

Semoga bermanfaat untuk teman teman,
Terimakasih
Read more

Modul Cisco Packet Tracer : Basic Routing Static


Febriyan Net - Alhamdulillah, setelah sekian lama vakum dari blogging, hari ini saya punya kesempatan untuk membagikan ebook atau modul tentang Cisco Packet Tracer . Tujuan sebenarnya dari saya membuat modul sederhana ini adalah sebagai salah satu media pembelajaran untuk salah satu akademi di kota saya, yaitu Akademi Komunitas Negeri Jepara . Tidak ada salahnya juga jika admin mempublikasikan modul ini ke publik karena semua orang berhak untuk belajar . Saya sendiri membuat modul ini sudah lumayan lama yaitu sekitar bulan desember 2017 lalu. Oke, langsung saja berikut preview dari modul yang saya buat

Preview



Link Download : https://drive.google.com/drive/folders/1no6EOSMryaYIoDqYpd0UQHmu8405o6ih?usp=sharing

Semoga bermanfaat,
Terimakasih,
Read more

Sunday, December 24, 2017

Pembahasan Modul Linux Island LKS Nasional IT Network System Administrator Tahun 2017

Pembahasan Modul Linux Island LKS Nasional IT Network System Administrator Tahun 2017


Febriyan Net - Kali ini admin akan berbagi tentang modul sederhana yang berjudul "Pembahasan Modul Linux Island LKS Nasional IT Network Systems Administrator Tahun 2017" . Modul ini berisi tentang pembahasan konfigurasi tiap Task pada soal Linux Island, serta link referensi untuk pembelajaran tiap konfigurasi . Modul ini admin buat dengan tujuan untuk menjadi catatan tentang apa saja yang sudah admin pelajari selama belajar untuk mengikuti kompetisi LKS di bidang IT Support  . 

Link Download : https://goo.gl/utm2Qf

Preview


Semoga modul ini bisa bermanfaat . Jika ada pertanyaan atau saran seputar modul ini, silahkan coret coret di kolom komentar atau bisa dengan menghubungi admin .

Terimakasih
Read more

Wednesday, July 19, 2017

Cara Mount NFS Server dengan Centos sebagai NFS Client

Cara Mount NFS Server dengan Centos sebagai NFS Client - Febriyan Net

Febriyan Net - Menggunakan Sistem Penyimpanan Melalui Jaringan akan sangat bermanfaat bagi sebuah Server atau layanan yang menggunakan Banyak sekali Data dan File . Dan dengan menggunakan sistem penyimpanan berbasis jaringan maka akan mempermudah server dalam mengelola, menambah, data maupun mensinkronkan data antar server dengan menggunakan layanan penyimpanan jaringan ini. Nah, salah satu Protokol jaringan untuk Sharing Penyimpanan melalui jaringan yang akan admin bahas kali ini yaitu NFS .

Cara Mount NFS Server dengan Centos sebagai NFS Client - Febriyan Net


NFS merupakan singkatan dari Network File System merupakan salah satu jenis Protokol Pada Jaringan yang berfungsi untuk Mengakses atau mengelola beberapa sistem berkas melalui Jaringan. Nah langsung saja, kali ini kita akan mencoba bereksperimen dengan menggunakan NFS, admin sudah membuat server untuk penyimpanan yaitu menggunakan sistem operasi Freenas dan juga sudah admin buat sebagai NFS Server untuk nantinya di Mount di Client yaitu Centos . Freenas admin ber alamat 10.11.12.5 .

Cara Mount NFS Server dengan Centos sebagai NFS Client - Febriyan Net

Seperti yang terlihat di gambar di atas yaitu directory yang admin share yaitu /mnt/web_server/ tanpa user authentication dan juga berpermission rw (read,write) jadi client akan memiliki hak akses penuh pada directory tersebut . Jangan lupa Clientnya harus satu jaringan dengan NFS Server nya .
Setelah itu, tinggal mengkonfigurasi Centos nya sebagai client dari NFS Server nya . Pastikan centos sudah terkoneksi dengan jaringan internet karena nantinya akan di gunakan untuk pemasangan paket aplikasi nfs client nya (jika dibutuhkan) .

Konfigurasi NFS Client

Oke langsung saja, masuk ke centos anda, melalui ssh ataupun langsung ke server nya . Kemudian masuk ke super user terlebih dahulu agar dapat leluasa dalam konfigurasi.
Kemudian, ketikkan perintah :

[root@localhost ~]# yum install nfs-utils -y

Cara Mount NFS Server dengan Centos sebagai NFS Client - Febriyan Net

Setelah itu, edit file idmapd . ketikkan perintah : 

[root@localhost ~]# nano /etc/idmapd.conf

Hilangkan pagar pada tulisan "Domain = blabla" kemudian isi dengan nama domain server anda . 

Cara Mount NFS Server dengan Centos sebagai NFS Client - Febriyan Net

Setelah itu restart service nya . 

[root@localhost ~]# /etc/init.d/rpcbind restart

[root@localhost ~]# /etc/init.d/netfs restart

Kemudian coba kita mount directory yang sudah admin share di NFS server. yaitu /mnt/web_server/ caranya yaitu kita buat folder terlebih dahulu terserah dimana, sebagai contoh admin buat folder di /media/ dengan nama /share/ . Oke langsung saja kita buat folder nya terlebih dahulu :

[root@localhost ~]# mkdir /media/share/

Setelah itu mount dengan cara ketikkan perintah :

[root@localhost ~]# mount -t nfs 10.11.12.5:/mnt/web_server/ /media/share/
10.11.12.5 ganti dengan ip address dari NFS Server nya (freenas) . Kemudian /mnt/web_server/ ganti dengan directory yang akan di mount yang berada di server nfs nya. Lalu /media/share/ ganti dengan directory tujuan tempat kita mount share tadi.
Jika sukses alias tidak ada error, maka directory sukses di mount di directory /media/share/ coba kita cek dengan cara masuk ke directory tersebut .

[root@localhost ~]# cd /media/share/

[root@localhost share]# ls

Terlihat directory masih kosong. kita akan mencoba mengisinya dengan folder .

[root@localhost share]# mkdir inicontohfolder

Kemudian

[root@localhost share]# ls

Maka akan terlihat folder berhasil dibuat dan berhasil di baca maupun di tulis. Berikut adalah perintah untuk mengecek list yang telah kita mount di linux kita. 

Cara Mount NFS Server dengan Centos sebagai NFS Client - Febriyan Net

Sampai disini langkah langkah centos sebagai nfs client sudah selesai. Tetapi perlu di ketahui proses mount tadi masih bersifat sementara, alias jika pc client di reboot maka kita harus nge mount ulang directory nfs server nya. Nah, ada cara agar linux dapat otomatis mount saat pertama kali booting. Caranya yaitu edit file "/etc/fstab " Kemudian tambah kan teks di bawah ini di baris paling bawah :

10.11.12.5:/mnt/web_server/ /media/share/ nfs defaults 0 0

Sehingga akan menjadi seperti berikut :

Cara Mount NFS Server dengan Centos sebagai NFS Client - Febriyan Net

Kemudian save dan sekarang setelah booting, akan otomatis mount folder :D .

Oke mungkin itu saja yang dapat admin bagikan. Semoga bermanfaat bagi teman teman.

Terimakasih
Read more

Wednesday, June 28, 2017

Membackup artikel dengan import dan export situs Wordpress

Membackup artikel dengan import dan export situs Wordpress - Febriyan Net

Febriyan Net - Salah satu fitur yang sangat bermanfaat di wordpress dalah fitur export dan import , fitur ini akan sangat berguna bagi teman teman jika ingin berpindah server maupun hosting tanpa takut kehilangan data artikel wordpress anda. Jika teman teman memiliki website wordpress sendiri dan tiba tiba teman teman ingin berpindah server maupun hosting, fitur export/import di wordpress ini akan sangat berguna. Jadi, teman teman tidak perlu menulis ulang semua artikel yang telah teman teman buat, dengan menggunakan fitur ini, dengan sekali klik saja semua artikel yang ada pada situs wordpress anda yang lama akan berpindah ke situs wordpress anda yang baru :D .
Baca juga Cara mengganti template halaman login Hotspot Mikrotik

Langsung saja, sebelum masuk ke tata cara pastikan terlebih dahulu :

Syarat

  1. Situs wordpress hosting sendiri maupun ikut hosting wordpress
  2. Pastikan situs wordpress lama anda masih aktif
  3. Situs wordpress yang baru dan masih fresh yang akan menampung artikel artikel dari situs wordpress yang lama
  4. Koneksi Internet

Nah, untuk eksperimen, admin ingin memindahkan semua artikel yang ada pada situs http://dikajeporo.com/ ke situs http://blog.febriyan.net yang masing masing situs sudah memiliki hosting sendiri. 

Export

Okeh, langsung saja pertama masuk ke panel admin wordpress situs anda yang lama .

Kemudian masuk ke menu Perkakas > Ekspor .

Membackup artikel dengan import dan export situs Wordpress - Febriyan Net

Karena kita ingin mengekspor / membackup semua artikel sekaligus gambar atau media media nya. maka pilih opsi "semua" atau tinggal sesuaikan kebutuhan anda . Kemudian klik Unduh berkas Ekspor .

Membackup artikel dengan import dan export situs Wordpress - Febriyan Net

Nah, setelah itu anda otomatis akan mengunduh export dalam bentuk file berekstensi xml.  Nah, file ini menjadi kunci untuk melakukan proses import ke wordpress yang baru. jadi simpan baik baik ya file ini .

Import

Oke setelah kita mendapatkan berkas export nya. sekarang kita masuk ke admin wordpress yang baru dan masih fresh .

Membackup artikel dengan import dan export situs Wordpress - Febriyan Net

Selanjutnya masuk ke menu Tool > Import atau Perkakas > Impor .

Membackup artikel dengan import dan export situs Wordpress - Febriyan Net

Nah, karena yang mau kita import dari sesama situs wordpress maka pilih opsi "Wordpress" kemudian klik Install Now .

Membackup artikel dengan import dan export situs Wordpress - Febriyan Net

Tunggu sejenak hingga proses install Importer selesai . Jika sudah selesai klik Run Importer .

Membackup artikel dengan import dan export situs Wordpress - Febriyan Net

Kemudian klik Choose File dan cari file xml dari hasil export tadi . setelah itu klik Upload file and Import .

Membackup artikel dengan import dan export situs Wordpress - Febriyan Net

Selanjutnya akan ada form apakah anda ingin membuat user baru seperti user di wordpress yang lama atau tidak . Jika teman teman ingin import gambar dan media media yang berhubungan dengan artikel centang pada Download and import file attachments . Jika sudah klik Submit untuk memulai proses import nya :D .

Membackup artikel dengan import dan export situs Wordpress - Febriyan Net

Cepat atau lamanya proses import tergantung pada banyaknya artikel dan media yang harus di import. Jika terjadi error pada saat itu, coba setting upload_max dan post_max pada file php.ini karena default value nya hanya 2MB coba naikkan sampai 50MB .  Jika masih gagal ulangi proses import. karena salah satu faktor penting yaitu koneksi internet anda. jadi pastikan koneksi internet anda stabil jika tidak ingin mengalami error :) .

Jika sukses akan tampil seperti berikut :

Membackup artikel dengan import dan export situs Wordpress - Febriyan Net

Nah, sekarang semua artikel dan media yang ada pada situs wordpress anda yang lama sudah ada pada situs wordpress yang baru.

Membackup artikel dengan import dan export situs Wordpress - Febriyan Net

Sekarang tinggal, menghapus atau menyembunyikan situs wordpress anda yang lama agar tidak bertumpuk dengan situs wordpress anda yang baru ^_^ .

Sekian dulu ya artikel tentang Membackup artikel dengan import dan export situs Wordpress . Semoga bermanfaat bagi teman teman . Jika ada pertanyaan, silahkan corat coret di kolom komentar .

Terimakasih
Read more

Tuesday, June 20, 2017

Cara menangkap respon saat menekan tombol keyboard pada javascript

Cara menangkap respon saat menekan tombol keyboard pada javascript - Febriyan Net

Febriyan Net - Hai kawan. setelah lama admin tidak menulis di blog yang satu ini, kali ini admin akan memberikan tutorial tentang  Cara menangkap respon tekan tombol keyboard pada javascript . Ini merupakan ilmu baru bagi admin, jadi intinya yaitu, javascript akan membuat sebuah event ketika tombol di keyboard di tekan. Semisal, teman teman ingin membuat sebuah slider ataupun carousel di mana ketika tombol arah di keyboard di tekan, maka gambar pada slider tadi ikut berubah juga.

Mungkin kali ini admin hanya akan memberikan contoh simple nya saja tentang penerapan javascript ini. Untuk menggunakan fungsi ini, kita akan menggunakan event onkeydown . Event ini merupakan event yang akan berjalan ketika si pengguna menekan tombol pada keyboard, nah kali ini kita akan menggunakan fungsi atau event ini untuk menangkap setiap tombol yang ditekan pada keyboard.

Untuk membuat fungsi ini, kita tidak membutuhkan plugin tambahan apapun, alias pure javascript alias murni 100% javascript . Oke, langsung saja . Pertama tama buat terlebih dahulu struktur HTML nya yang akan di eksekusi oleh javascript untuk menampilkan tombol apa yang di tekan oleh si pengguna :

HTML
<div id="text">
Silahkan Tekan tombol <b>enter</b> atau <b>backspace</b>
</div>

Nah,  misi kita kali ini yaitu ketika si pengguna menekan tombol enter maupun backspace , maka akan muncul teks bahwa pengguna sedang menekan tombol tersebut . Oke sekarang kita tambah javascript nya (utama) .

Javascript
<script type="text/javascript">
document.onkeydown = function(e){
var isi;
switch(e.keyCode){
case 13:   //ini kode untuk tombol enter
isi = 'Enter';
break;
case 8:   //ini kode untuk tombol backspace
isi = 'Backspace';
break;
}
if(isi){   //Jika yang di ketik oleh pengguna berada pada daftar diatas
document.getElementById("text").innerHTML = 'Anda telah menekan tombol <b>'+isi+'</b>';
}else{   //Jika tidak
document.getElementById("text").innerHTML = 'Maaf, tombol yang anda tekan tidak terdaftar . Mohon coba lagi :p ';
}
}
</script>

Terlihat, di script diatas bahwa agar javascript dapat menangkap tombol yang ditekan oleh pengguna, setiap tombol memiliki kode tersendiri . Yang admin letakkan pada script di atas hanya tombol enter (13) dan backspace (8) .
Berikut merupakan daftar tombol dan kode javascript nya ^_^ :

Tombol Kode
Backspace8
Tab9
Enter13
Shift16
Ctrl17
Alt18
Pause/Break19
Caps Lock20
Escape27
Page Up33
Page Down34
End35
Home36
Panah Kiri37
Panah Atas38
Panah Kanan39
Panah Bawah40
Insert45
Delete46
048
149
250
351
452
553
654
755
856
957
a65
b66
c67
d68
e69
f70
g71
h72
i73
j74
k75
l76
m77
n78
o79
p80
q81
r82
s83
t84
u85
v86
w87
x88
y89
z90

Sebenar nya masih banyak lagi sih tombol dan kode nya , berhubung yang admin tulis sudah lumayan banyak, ya sudah, mungkin hanya itu saja yang dapat admin tulis untuk teman teman :D .

Untuk mempercepat dan mengifisienkan waktu, admin jadikan satu script2 tadi :

HTML
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>Belajar Keyboard Javascript</title>
<script type="text/javascript">
document.onkeydown = function(e){
var isi;
switch(e.keyCode){
case 13:
isi = 'Enter';
break;
case 8:
isi = 'Backspace';
break;

if(isi){
document.getElementById("text").innerHTML = 'Anda telah menekan tombol <b>'+isi+'</b>';
}else{
document.getElementById("text").innerHTML = 'Maaf, tombol yang anda tekan tidak terdaftar . Mohon coba lagi :p ';
}
}
</script>
</head>
<body>
<div id="text">
Silahkan Tekan tombol <b>enter</b> atau <b>backspace</b>
</div>

</body>
</html>

Oke lanjut. Simpan script tadi dan jalankan pada Browser, bisa Chrome maupun Firefox . Pliss Jangan IE :v .
Nah, sekarang kita test coba tekan tombol enter :

Cara menangkap respon saat menekan tombol keyboard pada javascript - Febriyan Net

Horee. Nah, sekarang kita coba yang satu nya yaitu menekan tombol backspace :

Cara menangkap respon saat menekan tombol keyboard pada javascript - Febriyan Net

Sekarang kita coba menekan tombol selain enter dan backspace dan apa yang terjadi :

Cara menangkap respon saat menekan tombol keyboard pada javascript - Febriyan Net

Haha. Oke, silahkan kembangkan sendiri sesuai kreatifitas teman teman. Sebenarnya fungsi ini akan sangat bermanfaat bagi teman teman jika sudah mendevelop sebuah project web :) .

Referensi

https://www.cambiaresearch.com/articles/15/javascript-char-codes-key-codes
https://www.w3schools.com/jsref/event_onkeydown.asp

Sekian artikel tentang Cara menangkap respon tekan tombol keyboard pada javascript . Semoga bermanfaat bagi teman teman yang sedang belajar JavaScript :) .

Terimakasih
Read more

Saturday, May 27, 2017

Backup dan Restore Konfigurasi User di VestaCP Server

Backup dan Restore Konfigurasi User di VestaCP Server

Febriyan Net - Asslamu'alaikum Wr Wb . Banyak sekali macam macam Control Panel yang di gunakan untuk memanagement server agar lebih mudah untuk di konfigurasi untuk orang awam sekaligus. Nah, salah satu dari sekian banyak control panel server yaitu Vesta Control Panel (VestaCP) , yang biasanya di gunakan di Server yang bersistem operasi Centos . Sesuai judul diatas, yaitu backup - restore, yaitu suatu cara yang digunakan untuk menyalin konfigurasi yang ada pada server untuk nantinya di pindah ke server lain, sehingga teman teman tidak perlu mengkonfigurasi ulang pada server yang baru tetapi tinggal melakukan proses backup and restore yang ada pada VestaCP ini maka semua konfigurasi yang ada pada setiap user yang ada pada server akan ter backup dengan sekali klik dan dengan mudah di kembalikan (restore) . Langsung saja , admin praktekkan pada VPS Centos 6 64 bit dengan VestaCP di dalamnya .

Backup

Nah, pertama kita akan mempraktekkan cara backup konfigurasi pada vps centos yang didalamnya sudah terpasang VestaCP . Didalam VPS admin sudah ada beberapa user yang didalam setiap user tersebut memiliki konfigurasi yang berbeda beda sesuai hosting nya masing masing, nah, sebagai contoh admin ingin membackup user bernama dikajeporo . untuk nantinya direstore di vps admin yang baru dengan syarat vps yang baru harus sudah terpasang VestaCP juga .

Backup dan Restore Konfigurasi Setiap User di VestaCP Server
Remote Server anda dengan menggunakan SSH melalui Putty . Kemudian ketikkan perintah :

[root@server ~]# v-backup-user namauser
Ganti teks yang bercetak tebal dengan nama user yang akan di backup .

Backup dan Restore Konfigurasi Setiap User di VestaCP Server

Scroll ke baris paling bawah , akan terlihat tulisan letak directory dari hasil backup tadi yaitu di " /home/backup/namauser.tar " .

Backup dan Restore Konfigurasi Setiap User di VestaCP Server

Nah, akan terlihat directory letak dari file backup nya, tinggal kita pindah file tersebut ke server yang baru dengan menggunakan bantuan FTP, SCP dll .

Restore

Kebalikannya, restore merupakan proses mengembalikan semua konfigurasi yang telah di backup tadi sesuai user yang telah di pilih tadi . Nah, sekarang kita seolah olah sudah di server yang baru, server yang akan di kembalikan konfigurasi nya seperti server yang lama dengan user bernama dikajeporo .
Masuk ke servernya melalui SSH dengan menggunakan bantuan aplikasi putty atau winscp .
Pindahkan terlebih dahulu file backup tadi ke directory /home/backup seperti sebelumnya .
Setelah file backup tadi berada di directory " /home/backup/ " kemudian ketikkan perintah :

[root@server ~]# v-restore-user dikajeporo
Ganti tulisan yang bercetak tebal dengan nama user sesuai user yang ingin di restore .
Backup dan Restore Konfigurasi Setiap User di VestaCP Server

Nah, tunggu sebentar sampai proses restore konfigurasi user selesai . :D
Jika sudah, coba kita cek apakah user sudah berhasil di kembalikan :D .

Backup dan Restore Konfigurasi Setiap User di VestaCP Server

Mudah bukan, dengan fitur ini, kita tidak perlu kuatir jika kita ingin migrasi ke server yang baru, tapi kita tidak ingin kehilangan data maupun konfigurasi di server yang lama, dengan menggunakan fitur di VestaCP ini, memudahkan kita sebagai administrator untuk memanagement hosting.
Numpang promosi dikit :D . Kunjungi http://dikajeporo.com
Nah, mungkin cukup itu saja yang dapat admin bagikan kepada teman teman, semoga bermanfaat bagi teman teman.
Terimakasih telah membaca artikel tentang Backup dan Restore Konfigurasi Setiap User di VestaCP Server .

Terimakasih
Read more