Tuesday, May 22, 2018

Lab 5 : Mengganti jalur OSPF pada Mikrotik menggunakan Cost


Febriyan Net - Dalam pencarian jalur tercepat pada jaringan OSPF, metric yang digunakan adalah dengan menggunakan perhitungan cost . Cost merupakan suatu nilai yang ada pada setiap interface router di dalam jaringan OSPF sesuai dengan bandwidth maksimal di setiap interface yang ada . Jadi, intinya, untuk mencari jalur tercepatnya, by default ospf mencari jalur dengan bandwith tercepat, bukan hop terpendek layaknya RIP . Walaupun demikian,  jika admin ingin menggunakan jalur lain yang tidak terpacu pada bandwidth setiap interface pun bisa, yaitu dengan mengubah nilai setiap cost yang ada .

Oke, berikut adalah topologi yang akan kita praktekkan :


Pertama kita hitung terlebih dahulu nilai cost default pada masing masing interface router sesuai dengan bandwith setiap interface nya . Menghitungnya adalah dengan :

10^8 / bandwidth maksimal interface

Nah, kita harus tau dulu bandwith maksimal setiap interface nya, pada topologi yang saya bangun, setiap interface nya menggunakan bandwidth 10Mbps . Jadi, untuk menghitungnya,

10^8 / 10000000
 ^ dibaca pangkat
sehingga menjadi :

1000000000 / 100000000 = 10

Sehingga hasil perhitungan cost nya adalah 10 . Jadi setiap cost yang ada pada setiap interface router ospf saya adalah 10 . kita buktikan dengan melihat nya di salah satu router :

[admin@R1] > routing ospf interface print 
Flags: X - disabled, I - inactive, D - dynamic, P - passive
 #    INTERFACE                 COST PRI NETWORK-TYPE   AUT... AUTHENTICATIO...
 0 DP lo0                         10   1 broadcast      none                  
 1 D  ether2                      10   1 broadcast      none                  
 2 D  ether1                      10   1 broadcast      none
 
                 

[admin@R1] >


Nah, terlihat pada Router R1 interface ether1 dan ether2 menggunakan cost 10 karena memang by default dia akan menggunakan rumus diatas.

Jadi, akan terbentuk seperti berikut :


Dalam topologi diatas, jika R1 ingin menuju ke R4 maka akan ada 2 jalur, yaitu melewati R2 ataukah R3 .

Oke, dalam routing ospf setiap router akan menentukan jalur tercepatnya melalui cost yang paling rendah untuk menuju ke tujuan . Misalnya kita coba hitung cost terpendek yang berasal dari R1 untuk menuju ke loopback R4 (4.4.4.4) .

Jika melewati R2 maka untuk menghitungnya jumlahkan cost pada setiap jalur . perhatikan gambar berikut :


Sehingga hasil total cost jika melewati R2 adalah 10 + 10 + 10 = 30 . Hasilnya adalah 30 .

Sekarang kita hitung total cost nya jika melewati R3 .



Total Cost = 10 + 10 + 10 = 30 . hasilnya sama dengan saat melewati jalur R2 . Lalu, bagaimana mencari jalur tercepatnya jika total cost di kedua jalur sama ? , OSPF akan menggunakan algoritma round robin, singkatnya algoritma robin adalah algoritma random, atau acak . Coba kita lihat table routing pada R1 :

[admin@R1] > ip route print detail
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,
C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,
B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
 0 ADC  dst-address=1.1.1.1/32 pref-src=1.1.1.1 gateway=lo0
        gateway-status=lo0 reachable distance=0 scope=10

 1 ADo  dst-address=4.4.4.4/32 gateway=10.10.10.2,12.12.12.3
        gateway-status=10.10.10.2 reachable via  ether1,12.12.12.3 reachable
               via  ether2
        distance=110 scope=20 target-scope=10 ospf-metric=30
        ospf-type=intra-area

 2 ADC  dst-address=10.10.10.0/24 pref-src=10.10.10.1 gateway=ether1
        gateway-status=ether1 reachable distance=0 scope=10

 3 ADo  dst-address=11.11.11.0/24 gateway=10.10.10.2
        gateway-status=10.10.10.2 reachable via  ether1 distance=110 scope=20
        target-scope=10 ospf-metric=20 ospf-type=intra-area

 4 ADC  dst-address=12.12.12.0/24 pref-src=12.12.12.1 gateway=ether2
        gateway-status=ether2 reachable distance=0 scope=10

 5 ADo  dst-address=13.13.13.0/24 gateway=12.12.12.3
        gateway-status=12.12.12.3 reachable via  ether2 distance=110 scope=20
        target-scope=10 ospf-metric=20 ospf-type=intra-area


[admin@R1] >


Terlihat terdapat 2 gateway atau 2 jalur untuk menuju ke 4.4.4.4 (R4) tapi router akan hanya memilih salah satu dengan acak . cobak kita traceroute dari R1 ke R4 untuk melihat jalur yang dipakainya :

[admin@R1] > tool traceroute 4.4.4.4
 # ADDRESS                          LOSS SENT    LAST     AVG    BEST   WORST
 1 10.10.10.2                         0%    3   0.9ms     0.9     0.9     0.9
 2 4.4.4.4                            0%    3   1.2ms     1.1     0.7     1.5


[admin@R1] >


Ternyata, melewati R2 .

Nah, tujuan artikel kali ini adalah untuk menetapkan jalur atau mengganti jalur default dari perhitungan ospf. Caranya adalah dengan mengganti nilai cost yang ada pada router .Sebagai contoh, kita akan memaksa router R1 agar untuk mencapai R4 harus melewati R3 (12.12.12.3) . Konfigurasikan cost pada ether 2 nya R1 dengan cost yang lebih kecil dibandingkan dengan cost ether1 nya R1 agar ospf memilih jalur lewat R3 .

[admin@R1] > routing ospf interface add interface=ether2 cost=5
[admin@R1] >


Sehingga hasilnya adalah sebagai berikut :

[admin@R1] > routing ospf interface print 
Flags: X - disabled, I - inactive, D - dynamic, P - passive
 #    INTERFACE                 COST PRI NETWORK-TYPE   AUT... AUTHENTICATIO...
 0    ether2                       5   1 default        none                  
 1 DP lo0                         10   1 broadcast      none                  
 2 D  ether1                      10   1 broadcast      none   
               
[admin@R1] >


Nah, sekarang kita buktikan dengan melihat jalurnya kembali :

[admin@R1] > tool traceroute 4.4.4.4
 # ADDRESS                          LOSS SENT    LAST     AVG    BEST   WORST
 1 12.12.12.3                         0%    2     1ms     0.9     0.7       1
 2 4.4.4.4                            0%    2   1.5ms     1.6     1.5     1.6


[admin@R1] >


Sekarang, untuk menuju ke R4 (4.4.4.4) sudah melewati jalur R3 (12.12.12.3) , berarti hasil konfigurasi untuk memindah jalur telah berhasil dibuktikan .

Oh iya, pergantian cost juga bisa ganti pada ether2 nya R3 . Yang terpenting, masih satu jalur dengan jalur yang diharapkan .

Terimakasih

Read more

Monday, May 21, 2018

Lab 4 : Summarization OSPF pada Mikrotik


Febriyan Net - Untuk menyederhanakan table routing pada suatu router pada jaringan OSPF, teman teman dapat menggunakan fitur AREA RANGE pada Mikrotik. Perlu di catat, bahwa konfigurasi AREA RANGE hanya akan bekerja jika dikonfigurasikan pada router yang menjadi ABR atau ASBR . Oke, berikut topologi yang akan kita konfigurasikan :


Jika tanpa menggunakan summarization, akan terjadi pembengkakan table routing pada R3 yang menuju ke network R1 . Coba kita lihat :

[admin@R3] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,
C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,
B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
 #      DST-ADDRESS        PREF-SRC        GATEWAY            DISTANCE
 0 ADo  1.1.1.1/32                         11.11.11.1              110
 1 ADo  10.10.10.0/24                      11.11.11.1              110
 2 ADC  11.11.11.0/24      11.11.11.3      ether1                    0
 3 ADC  12.12.12.0/24      12.12.12.3      ether2                    0
 4 ADo  172.20.20.4/30                     11.11.11.1              110
 5 ADo  172.20.20.8/30                     11.11.11.1              110
 6 ADo  172.20.20.12/30                    11.11.11.1              110

[admin@R3] >


Terdapat 3 routing yang menuju ke network di R1 dengan gateway yang sama, yaitu 11.11.11.1.
Ini tentu sangat tidak efisien jika diterapkan di jaringan yang sudah berskala besar. 
Padahal sebenarnya kita bisa singkat table routing tersebut, yang sebelumnya terdapat 3 baris routing, bisa menjadi 1 baris routing.
Nah, untuk konfigurasi Summarization nya, kita lakukan di router ABR yaitu router R1 , kenapa router R1 ? karena dialah yang menjadi penghubung area backbone dan area 1, itulah yang disebut router ABR .


Oke, pertama kita harus tau dulu network network yang akan kita summary atau akan kita singkat, yaitu 172.20.20.0/30 , 172.20.20.4/30, 172.20.20.8/30, 172.20.20.12/30 .
Nah, untuk Menyingkat keempat network tersebut, ambil terlebih dahulu angka pada oktet terakhir pada masing masing network tersebut, yaitu 0, 4, 8, dan 12. Kemudian kita cari prefix yang dapat mencakup alamat ip dari 0 sampai 12 host . Yang paling tepat adalah menggunakan prefix /28 karena prefix itu dapat mencakup sampai 14 host . Nah, berarti hasil dari summarization nya adalah 172.20.20.0/28 .

Konfigurasi Summarization R1 :

[admin@R1] > routing ospf area range add area=backbone range=172.20.20.0/28
[admin@R1] >


Pada parameter area diisi dengan area yang memberi advertise network yang akan di summary, kemudian pada parameter range diisi dengan network hasil penyingkatan network.

Sekarang kita buktikan konfigurasi kita dengan melihat table routing R3 apakah sudah tersummary atau belum .

[admin@R3] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,
C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,
B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
 #      DST-ADDRESS        PREF-SRC        GATEWAY            DISTANCE
 0 ADo  1.1.1.1/32                         11.11.11.1              110
 1 ADo  10.10.10.0/24                      11.11.11.1              110
 2 ADC  11.11.11.0/24      11.11.11.3      ether1                    0
 3 ADC  12.12.12.0/24      12.12.12.3      ether2                    0
 4 ADo  172.20.20.0/28                     11.11.11.1              110

[admin@R3] >


Nah, hasilnya routing R3 menjadi lebih singkat, yaitu hanya satu routing saja. Cek juga konektifitasnya antara R3 dan R1 .

[admin@R3] > ping 172.20.20.1
  SEQ HOST                                     SIZE TTL TIME  STATUS          
    0 172.20.20.1                                56  63 1ms 
    1 172.20.20.1                                56  63 1ms 
    sent=2 received=2 packet-loss=0% min-rtt=1ms avg-rtt=1ms max-rtt=1ms


[admin@R3] >


Terlihat menunjukkan reply, berarti router sudah terhubung dengan baik.

Terimakasih,

Read more

Sunday, May 20, 2018

Lab 3 : Menghubungkan antar area OSPF menggunakan GRE Tunnel pada Mikrotik

Febriyan Net - Ada beberapa cara untuk menghubungkan suatu area ke dalam area backbone pada OSPF, salah satu nya adalah dengan menggunakan GRE Tunnel, bisa juga menggunakan virtual link, untuk teknik menghubungkan dengan virtual link, teman teman bisa membaca di artikel Lab 2 : Virtual Link pada Mikrotik . Pada artikel kali ini, kita akan membahas dengan yang menggunakan GRE Tunnel . Fungsinya sendiri adalah agar suatu area yang tidak terhubung langsung dengan area 0 bisa mendapatkan advertise network yang berasal dari area 0 . Dengan menggunakan Tunnel, seolah olah kita akan membuat terowongan khusus yang menghubungkan suatu area ke area 0 atau area backbone .

Berikut topologi yang akan kita buat :

Nah, jika tanpa menggunakan GRE Tunnel atau pun Virtual link, Router R3 tidak dapat mendapatkan advertise network dari area 0 . Langsung saja, konfigurasikan alamat ip dan OSPF terlebih dahulu pada masing masing router pada topologi :

Konfigurasi pada R1 :

[admin@R1] > /interface bridge
[admin@R1] /interface bridge> add name=lo0
[admin@R1] > /routing ospf instance
[admin@R1] /routing ospf instance> set [ find default=yes ] router-id=1.1.1.1
[admin@R1] > /ip address
[admin@R1] /ip address> add address=10.10.10.1/24 interface=ether1 network=10.10.10.0
[admin@R1] /ip address> add address=1.1.1.1 interface=lo0 network=1.1.1.1
[admin@R1] > /routing ospf network
[admin@R1] /routing ospf network> add area=backbone network=1.1.1.1/32
[admin@R1] /routing ospf network> add area=backbone network=10.10.10.0/24


Lalu konfigurasi R2 :

[admin@R2] > /interface bridge
[admin@R2] /interface bridge> add name=lo0
[admin@R2] > /routing ospf area
[admin@R2] /routing ospf area> add area-id=0.0.0.1 name=area1
[admin@R2] > /routing ospf instance
[admin@R2] /routing ospf instance> set [ find default=yes ] router-id=2.2.2.2
[admin@R2] > /ip address
[admin@R2] /ip address> add address=10.10.10.2/24 interface=ether1 network=10.10.10.0
[admin@R2] /ip address> add address=2.2.2.2 interface=lo0 network=2.2.2.2
[admin@R2] /ip address> add address=11.11.11.2/24 interface=ether2 network=11.11.11.0
[admin@R2] > /ip route
[admin@R2] /ip route> add distance=1 dst-address=3.3.3.3/32 gateway=11.11.11.3
[admin@R2] > /routing ospf network
[admin@R2] /routing ospf network> add area=backbone network=2.2.2.2/32
[admin@R2] /routing ospf network> add area=backbone network=10.10.10.0/24
[admin@R2] /routing ospf network> add area=area1 network=11.11.11.0/24


Konfigurasi R3 :

[admin@R3] > /interface bridge
[admin@R3] /interface bridge> add name=lo0
[admin@R3] > /routing ospf area
[admin@R3] /routing ospf area> add area-id=0.0.0.1 name=area1
[admin@R3] /routing ospf area> add area-id=0.0.0.2 name=area2
[admin@R3] > /ip address
[admin@R3] /ip address> add address=11.11.11.3/24 interface=ether1 network=11.11.11.0
[admin@R3] /ip address> add address=3.3.3.3 interface=lo0 network=3.3.3.3
[admin@R3] /ip address> add address=12.12.12.3/24 interface=ether2 network=12.12.12.0
[admin@R3] > /ip route
[admin@R3] /ip route> add distance=1 dst-address=2.2.2.2/32 gateway=11.11.11.2
[admin@R3] > /routing ospf network
[admin@R3] /routing ospf network> add area=area1 network=11.11.11.0/24
[admin@R3] /routing ospf network> add area=area1 network=3.3.3.3/32
[admin@R3] /routing ospf network> add area=area2 network=12.12.12.0/24


Konfigurasi R4 :

[admin@R4] > /interface bridge
[admin@R4] /interface bridge> add name=lo0
[admin@R4] > /routing ospf area
[admin@R4] /routing ospf area> add area-id=0.0.0.2 name=area2
[admin@R4] > /routing ospf instance
[admin@R4] /routing ospf instance> set [ find default=yes ] router-id=4.4.4.4
[admin@R4] > /ip address
[admin@R4] /ip address> add address=12.12.12.4/24 interface=ether1 network=12.12.12.0
[admin@R4] /ip address> add address=4.4.4.4 interface=lo0 network=4.4.4.4
[admin@R4] > /routing ospf network
[admin@R4] /routing ospf network> add area=area2 network=4.4.4.4/32
[admin@R4] /routing ospf network> add area=area2 network=12.12.12.0/24


Oke, mari kita lihat table routing pada R3 sebelum dibuat GRE Tunnel :

[admin@R3] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,
B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
 #      DST-ADDRESS        PREF-SRC        GATEWAY            DISTANCE
 0 A S  2.2.2.2/32                         11.11.11.2                1
 1 ADC  3.3.3.3/32         3.3.3.3         lo0                       0
 2 ADo  4.4.4.4/32                         12.12.12.4              110
 3 ADC  11.11.11.0/24      11.11.11.3      ether1                    0
 4 ADC  12.12.12.0/24      12.12.12.3      ether2                    0

[admin@R3] >


Terlihat bahwa R3 tidak mempunyai route untuk menuju ke R1 (1.1.1.1) maka dari itu, kita akan membuat Tunnel.

Sekarang kita konfigurasi GRE Tunnel pada R2 dan R4 .

Konfigurasi GRE Tunnel R2 :

[admin@R2] > /interface gre
[admin@R2] /interface gre> add local-address=2.2.2.2 name=gre-tunnel1 remote-address=3.3.3.3
[admin@R2] > /ip address
[admin@R2] /ip address> add address=192.168.1.1/30 interface=gre-tunnel1 network=192.168.1.0
[admin@R2] > /routing ospf network
[admin@R2] /routing ospf network> add area=backbone network=192.168.1.0/30


Konfigurasi GRE Tunnel R3 :

[admin@R3] > /interface gre
[admin@R3] /interface gre> add disabled=yes local-address=3.3.3.3 name=gre-tunnel1 remote-address=2.2.2.2
[admin@R3] > /ip address
[admin@R3] /ip address> add address=192.168.1.2/30 interface=gre-tunnel1 network=192.168.1.0
[admin@R3] > /routing ospf network
[admin@R3] /routing ospf network> add area=backbone network=192.168.1.0/30


Sekarang kita cek kembali table routing pada R3 :

[admin@R3] > ip route print               
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,
B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
 #      DST-ADDRESS        PREF-SRC        GATEWAY            DISTANCE
 0 ADo  1.1.1.1/32                         192.168.1.1             110
 1 A S  2.2.2.2/32                         11.11.11.2                1
 2  Do  2.2.2.2/32                         192.168.1.1             110
 3 ADC  3.3.3.3/32         3.3.3.3         lo0                       0
 4 ADo  4.4.4.4/32                         12.12.12.4              110
 5 ADo  10.10.10.0/24                      192.168.1.1             110
 6 ADC  11.11.11.0/24      11.11.11.3      ether1                    0
 7 ADC  12.12.12.0/24      12.12.12.3      ether2                    0
 8 ADC  192.168.1.0/30     192.168.1.2     gre-tunnel1               0

[admin@R3] >


Nah, terlihat R3 sudah mempunyai rute untuk menuju R1 yang akan melalui tunnel yang sudah dibuat . Jika R3 sudah mempunyai route yang berasal dari AREA 0 berarti konfigurasi kita sudah berhasil.

Terimakasih


Read more

Thursday, May 17, 2018

Lab 2 : Virtual Link OSPF pada Mikrotik

Febriyan Net - Dalam jaringan OSPF, agar pendistribusian routing table semua router dalam berbeda area dapat berjalan, disyaratkan harus ada area backbone, area backbone inilah yang akan menjadi area untuk transit atau area untuk saling bertukar table routing dari berbeda area. Nah, dengan begitu, semua area selain area backbone berarti harus terhubung langsung dengan area backbone atau bisa disebut juga area 0 ? , betul, tapi bukan berarti harus terhubung secara physical / fisik ke area 0, kita bisa juga menggunakan penghubung yang akan menghubungkan area yang ingin terhubung langsung dengan area 0 walaupun sudah melewati beberapa area lain yakni dinamakan virtual link . Langsung saja, inilah topologi yang akan kita buat :


Pertama setting alamat ip pada R1 terlebih dahulu .

Perintah :

[admin@MikroTik] > system identity set name=R1
[admin@R1] > ip address add interface=ether1 address=10.10.10.1/24
[admin@R1] > ip address add interface=ether2 address=11.11.11.1/24
[admin@R1] > interface bridge add name=lo0
[admin@R1] > ip address add interface=lo0 address=1.1.1.1/32
[admin@R1] >


Lanjut ke R2


Perintah :

[admin@MikroTik] > ip address add interface=ether2 address=12.12.12.2/2                                                                  
[admin@MikroTik] > ip address add interface=ether1 address=10.10.10.2/24
[admin@MikroTik] > interface bridge add name=lo0
[admin@MikroTik] > ip address add interface=lo0 address=2.2.2.2/32
[admin@MikroTik] > system identity set name=R2
[admin@R2] >


Sekarang R3


Perintah :

[admin@MikroTik] > system identity set name=R3
[admin@R3] > ip address add interface=ether1 address=11.11.11.3/24
[admin@R3] > interface bridge add name=lo0
[admin@R3] > ip address add interface=lo0 address=3.3.3.3/32
[admin@R3] >


Sekarang R4


Perintah :

[admin@MikroTik] > system identity set name=R4
[admin@R4] > ip address add interface=ether1 address=12.12.12.4/24
[admin@R4] > ip address add interface=ether2 address=13.13.13.4/24
[admin@R4] > interface bridge add name=lo0
[admin@R4] > ip address add interface=lo0 address=4.4.4.4/32
[admin@R4] >


Lanjut ke R5


Perintah :

[admin@MikroTik] > system identity set name=R5
[admin@R5] > ip address add interface=ether1 address=13.13.13.5/24
[admin@R5] > interface bridge add name=lo0
[admin@R5] > ip address add interface=lo0 address=5.5.5.5/32


Nah, sekarang kita masuk ke konfigurasi ospf .

R1

[admin@R1] > routing ospf instance set default router-id=1.1.1.1
[admin@R1] > routing ospf network add network=1.1.1.1/32 area=backbone
[admin@R1] > routing ospf area add name=area1 area-id=0.0.0.1 instance=default 
[admin@R1] > routing ospf network add network=10.10.10.0/24 area=backbone
[admin@R1] > routing ospf network add network=11.11.11.0/24 area=area1
[admin@R1] >


R2

[admin@R2] > routing ospf instance set default router-id=2.2.2.2
[admin@R2] > routing ospf area add area-id=0.0.0.2 name=area2
[admin@R2] > routing ospf network add area=backbone  network=2.2.2.2/32
[admin@R2] > routing ospf network add area=backbone  network=10.10.10.0/24
[admin@R2] > routing ospf network add area=area2 network=12.12.12.0/24   
[admin@R2] >


R3

[admin@R3] > routing ospf instance set default router-id=3.3.3.3
[admin@R3] > routing ospf area add area-id=0.0.0.1 name=area1
[admin@R3] > routing ospf network add network=11.11.11.0/24 area=area1
[admin@R3] > routing ospf network add network=3.3.3.3/32 area=area1            
[admin@R3] >


R4

[admin@R4] > routing ospf instance set default router-id=4.4.4.4
[admin@R4] > routing ospf area add name=area2 area-id=0.0.0.2
[admin@R4] > routing ospf network add network=12.12.12.0/24 area=area2
[admin@R4] > routing ospf network add network=4.4.4.4/32 area=area2  
[admin@R4] > routing ospf area add area-id=0.0.0.3 name=area3
[admin@R4] > routing ospf network add network=13.13.13.0/24 area=area3
[admin@R4] >


R5

[admin@R5] > routing ospf instance set default router-id=5.5.5.5
[admin@R5] > routing ospf area add name=area3 area-id=0.0.0.3
[admin@R5] > routing ospf network add area=area3 network=13.13.13.0/24
[admin@R5] > routing ospf network add area=area3 network=5.5.5.5/32


Nah, jika dilihat dalam routing table R4 ataupun R5 maka tidak akan ada routing untuk menuju ke network area0 maupun area1. Nah, inilah tujuan dari virtual link, dengan menggunakan virtual link, R4 dan R5 akan mengetahui atau teradvertise atau mengadvertise dari area0 sehingga secara otomatis jika sudah teradvertise dari area0 maka akan mengetahui network seluruh jaringan ospf karena area0 merupakan area transit utama.

[admin@R4] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,
B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
 #      DST-ADDRESS        PREF-SRC        GATEWAY            DISTANCE
 0 A S  2.2.2.2/32                         12.12.12.2                1
 1 ADC  4.4.4.4/32         4.4.4.4         lo0                       0
 2 ADo  5.5.5.5/32                         13.13.13.5              110
 3 ADC  12.12.12.0/24      12.12.12.4      ether1                    0
 4 ADC  13.13.13.0/24      13.13.13.4      ether2                    0

[admin@R4] > 



Kita akan membuat virtual link antara R2 dan R4 .


R2

Perintah :

[admin@R2] > ip route add dst-address=4.4.4.4/32 gateway=12.12.12.4
[admin@R2] > routing ospf virtual-link add neighbor-id=4.4.4.4 transit-area=area2
[admin@R2] >


Kenapa membuat statik routing terlebih dahulu ? karena jika kita mengandalkan seluruhnya ke ospf, maka jika ospf belum teradjective secara penuh maka virtual link sulit untuk terbentuk. Ini akan membuat proses advertise network menjadi lebih lama, maka dari itu kita menggunakan statik routing.

Lanjut R4

[admin@R4] > ip route add dst-address=2.2.2.2/32 gateway=12.12.12.2
[admin@R4] > routing ospf virtual-link add neighbor-id=2.2.2.2 transit-area=area2
[admin@R4] >

Keterangan :
neighbor-id merupakan router id dari router lawan yang akan kita bentuk virtual link nya. transit area merupakan area yang menjadi jalur dalam pembentukan virtual link.

Hasil, setelah di konfigurasi virtual link di R4 :

[admin@R4] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,
B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
 #      DST-ADDRESS        PREF-SRC        GATEWAY            DISTANCE
 0 ADo  1.1.1.1/32                         12.12.12.2              110
 1 A S  2.2.2.2/32                         12.12.12.2                1
 2  Do  2.2.2.2/32                         12.12.12.2              110
 3 ADo  3.3.3.3/32                         12.12.12.2              110
 4 ADC  4.4.4.4/32         4.4.4.4         lo0                       0
 5 ADo  5.5.5.5/32                         13.13.13.5              110
 6 ADo  10.10.10.0/24                      12.12.12.2              110
 7 ADo  11.11.11.0/24                      12.12.12.2              110
 8 ADC  12.12.12.0/24      12.12.12.4      ether1                    0
 9 ADC  13.13.13.0/24      13.13.13.4      ether2                    0

[admin@R4] >


Alhasil, R4 dapat mengetahui semua jalur yang ada di dalam jaringan OSPF.

Untuk pengujian bisa dengan mengeping dari R3 ke R5

[admin@R3] > ping 5.5.5.5 src-address=3.3.3.3
  SEQ HOST                                     SIZE TTL TIME  STATUS                                                                                
    0 5.5.5.5                                    56  61 3ms 
    1 5.5.5.5                                    56  61 2ms 
    2 5.5.5.5                                    56  61 3ms 
    3 5.5.5.5                                    56  61 2ms 
    sent=4 received=4 packet-loss=0% min-rtt=2ms avg-rtt=2ms max-rtt=3ms


[admin@R3] >





Terimakasih,

Read more

Sunday, May 13, 2018

MTCRE : Lab 1 OSPF Area Standard, Stub, Totally Stub, NSSA With EoIP, IPIP Tunnel

Febriyan Net - Sekarang kita kan mencoba mempraktekkan ospf dengan pembagian area area yang berbeda beda di ospf nya mikrotik. Berikut topologi yang akan kita buat :


Nah, tujuan kita adalah menghubungkan semua router yang ada di dalam topologi tersebut dan juga menghubungkan 4 pc yang ada di tempat yang berbeda beda dengan menggunakan tunnel EoIP, dan juga IPIP .

Materi :
  1. OSPF Standard Area
  2. OSPF Stub Area
  3. OSPF Totally Stub Area
  4. OSPF Not So Stubby Area (NSSA)
  5. IPIP Tunnel
  6. OSPF Via Tunnel
  7. EoIP Tunnel

Oke, pertama, konfigurasikan alamat ip pada masing masing router .

R1


[admin@R1] > /interface bridge
[admin@R1] /interface bridge> add name=lo
[admin@R1] > /routing ospf area
[admin@R1] /routing ospf area> add area-id=0.0.0.1 name=area1
[admin@R1] > /ip address
[admin@R1] /ip address> add address=10.1.1.1/24 interface=ether1 network=10.1.1.0
[admin@R1] /ip address> add address=1.1.1.1 interface=lo network=1.1.1.1
[admin@R1] /ip address> add address=10.5.5.1/24 interface=ether2 network=10.5.5.0
[admin@R1] > /routing ospf network
[admin@R1] /routing ospf network> add area=backbone network=1.1.1.1/32
[admin@R1] /routing ospf network> add area=backbone network=10.1.1.0/24
[admin@R1] /routing ospf network> add area=backbone network=10.2.2.0/24
[admin@R1] /routing ospf network> add area=area1 network=10.5.5.0/24
[admin@R1] > /routing ospf virtual-link
[admin@R1] /routing ospf virtual-link> add neighbor-id=5.5.5.5 transit-area=area1


R2


[admin@R2] > /interface bridge
[admin@R2] /interface bridge> add name=lo0
[admin@R2] > /ip address
[admin@R2] /ip address> add address=10.1.1.2/24 interface=ether1 network=10.1.1.0
[admin@R2] /ip address> add address=2.2.2.2 interface=lo0 network=2.2.2.2
[admin@R2] /ip address> add address=10.2.2.2/24 interface=ether2 network=10.2.2.0
[admin@R2] > /routing ospf network
[admin@R2] /routing ospf network> add area=backbone network=10.1.1.0/24
[admin@R2] /routing ospf network> add area=backbone network=10.2.2.0/24
[admin@R2] /routing ospf network> add area=backbone network=2.2.2.2/32



R3


[admin@R3] > /interface bridge
[admin@R3] /interface bridge> add name=lo0
[admin@R3] > /routing ospf area
[admin@R3] /routing ospf area> add area-id=0.0.0.3 name=area3
[admin@R3] > /ip address
[admin@R3] /ip address> add address=10.2.2.3/24 interface=ether1 network=10.2.2.0
[admin@R3] /ip address> add address=3.3.3.3 interface=lo0 network=3.3.3.3
[admin@R3] /ip address> add address=10.3.3.3/24 interface=ether2 network=10.3.3.0
[admin@R3] > /ip route
[admin@R3] /ip route> add distance=1 dst-address=4.4.4.4/32 gateway=10.3.3.4
[admin@R3] > /routing ospf network
[admin@R3] /routing ospf network> add area=backbone network=10.2.2.0/24
[admin@R3] /routing ospf network> add area=area3 network=10.3.3.0/24
[admin@R3] /routing ospf network> add area=backbone network=3.3.3.3/32
[admin@R3] > /routing ospf virtual-link
[admin@R3] /routing ospf virtual-link> add neighbor-id=4.4.4.4 transit-area=area3>



R4


[admin@R3] > /interface bridge
[admin@R3] /interface bridge> add name=lo0
[admin@R3] > /routing ospf area
[admin@R3] /routing ospf area> add area-id=0.0.0.3 name=area3
[admin@R3] > /routing ospf instance
[admin@R3] /routing ospf instance> set [ find default=yes ] redistribute-rip=as-type-2
[admin@R3] > /ip address
[admin@R3] /ip address> add address=10.3.3.4/24 interface=ether1 network=10.3.3.0
[admin@R3] /ip address> add address=4.4.4.4 interface=lo0 network=4.4.4.4
[admin@R3] /ip address> add address=10.4.4.4/24 interface=ether2 network=10.4.4.0
[admin@R3] > /ip route
[admin@R3] /ip route> add distance=1 dst-address=3.3.3.3/32 gateway=10.3.3.3
[admin@R3] > /routing ospf network
[admin@R3] /routing ospf network> add area=area3 network=10.3.3.0/24
[admin@R3] /routing ospf network> add area=area3 network=4.4.4.4/32
[admin@R3] /routing ospf network> add area=area3 network=10.4.4.0/24
[admin@R3] > /routing ospf virtual-link
[admin@R3] /routing ospf virtual-link> add neighbor-id=3.3.3.3 transit-area=area3
[admin@R3] > /routing rip
[admin@R3] /routing rip> set redistribute-ospf=yes
[admin@R3] > /routing rip network
[admin@R3] /routing rip network> add network=10.4.4.0/24
[admin@R3] /routing rip network> add network=10.3.3.0/24


R7


[admin@R7] > /interface bridge
[admin@R7] /interface bridge> add name=lo0
[admin@R7] /interface bridge> add name=lokal
[admin@R7] > /interface eoip
[admin@R7] /interface eoip> add local-address=7.7.7.7 mac-address=FE:92:9F:DC:CE:DD name=eoip1 remote-address=100.200.100.200 tunnel-id=200
[admin@R7] > /interface bridge port
[admin@R7] /interface bridge port> add bridge=lokal interface=eoip1
[admin@R7] /interface bridge port> add bridge=lokal interface=ether2
[admin@R7] > /ip address
[admin@R7] /ip address> add address=10.4.4.7/24 interface=ether1 network=10.4.4.0
[admin@R7] /ip address> add address=192.168.2.7/24 interface=lokal network=192.168.2.0
[admin@R7] /ip address> add address=7.7.7.7 interface=lo0 network=7.7.7.7
[admin@R7] > /routing rip network
[admin@R7] /routing rip network> add network=10.4.4.0/24
[admin@R7] /routing rip network> add network=7.7.7.7/32



PC 3


VPCS-3> ip 192.168.2.3/24 192.168.2.10
Checking for duplicate address...
PC1 : 192.168.2.3 255.255.255.0 gateway 192.168.2.10


R5


[admin@R5] > /interface bridge
[admin@R5] /interface bridge> add name=lo0
[admin@R5] > /routing ospf area
[admin@R5] /routing ospf area> add area-id=0.0.0.1 name=area1
[admin@R5] /routing ospf area> add area-id=0.0.0.2 name=area2
[admin@R5] /routing ospf area> add area-id=0.0.0.4 default-cost=1 inject-summary-lsas=no name=area4 type=stub
[admin@R5] > /ip address
[admin@R5] /ip address> add address=10.5.5.5/24 interface=ether1 network=10.5.5.0
[admin@R5] /ip address> add address=10.6.6.5/24 interface=ether2 network=10.6.6.0
[admin@R5] /ip address> add address=10.10.10.5/24 interface=ether3 network=10.10.10.0
[admin@R5] /ip address> add address=5.5.5.5 interface=lo0 network=5.5.5.5
[admin@R5] > /ip route
[admin@R5] /ip route> add distance=1 dst-address=1.1.1.1/32 gateway=10.5.5.1
[admin@R5] /ip route> add distance=1 dst-address=6.6.6.6/32 gateway=10.6.6.6
[admin@R5] > /routing ospf network
[admin@R5] /routing ospf network> add area=area1 network=5.5.5.5/32
[admin@R5] /routing ospf network> add area=area1 network=10.5.5.0/24
[admin@R5] /routing ospf network> add area=area4 network=10.10.10.0/24
[admin@R5] /routing ospf network> add area=area2 network=10.6.6.0/24
[admin@R5] > /routing ospf virtual-link
[admin@R5] /routing ospf virtual-link> add neighbor-id=1.1.1.1 transit-area=area1
[admin@R5] /routing ospf virtual-link> add neighbor-id=6.6.6.6 transit-area=area2


R8


[admin@R8] > /interface bridge
[admin@R8] /interface bridge> add name=lo0
[admin@R8] /interface bridge> add name=lokal
[admin@R8] > /interface eoip
[admin@R8] /interface eoip> add local-address=8.8.8.8 mac-address=FE:5F:84:30:85:97 name=eoip1 remote-address=11.11.11.11 tunnel-id=100
[admin@R8] > /routing ospf area
[admin@R8] /routing ospf area> add area-id=0.0.0.4 default-cost=1 inject-summary-lsas=no name=area4 type=stub
[admin@R8] > /interface bridge port
[admin@R8] /interface bridge port> add bridge=lokal interface=ether2
[admin@R8] /interface bridge port> add bridge=lokal interface=eoip1
[admin@R8] > /ip address
[admin@R8] /ip address> add address=10.10.10.8/24 interface=ether1 network=10.10.10.0
[admin@R8] /ip address> add address=192.168.1.8/24 interface=lokal network=192.168.1.0
[admin@R8] /ip address> add address=8.8.8.8 interface=lo0 network=8.8.8.8
[admin@R8] > /routing ospf network
[admin@R8] /routing ospf network> add area=area4 network=10.10.10.0/24
[admin@R8] /routing ospf network> add area=area4 network=8.8.8.8/32


PC 4


VPCS-4> ip 192.168.1.4/24 192.168.1.11
Checking for duplicate address...
PC1 : 192.168.1.4 255.255.255.0 gateway 192.168.1.11


R6


[admin@R6] > /interface bridge
[admin@R6] /interface bridge> add name=lo0
[admin@R6] > /routing ospf area
[admin@R6] /routing ospf area> add area-id=0.0.0.2 name=area2
[admin@R6] /routing ospf area> add area-id=0.0.0.5 name=area5
[admin@R6] /routing ospf area> add area-id=0.0.0.6 default-cost=1 inject-summary-lsas=no name=area6 type=stub
[admin@R6] > /ip address
[admin@R6] /ip address> add address=10.6.6.6/24 interface=ether1 network=10.6.6.0
[admin@R6] /ip address> add address=10.7.7.6/24 interface=ether2 network=10.7.7.0
[admin@R6] /ip address> add address=6.6.6.6 interface=lo0 network=6.6.6.6
[admin@R6] /ip address> add address=10.9.9.6/24 interface=ether3 network=10.9.9.0
[admin@R6] > /ip route
[admin@R6] /ip route> add distance=1 dst-address=5.5.5.5/32 gateway=10.6.6.5
[admin@R6] /ip route> add distance=1 dst-address=9.9.9.9/32 gateway=10.7.7.9
[admin@R6] > /routing ospf network
[admin@R6] /routing ospf network> add area=area2 network=10.6.6.0/24
[admin@R6] /routing ospf network> add area=area2 network=6.6.6.6/32
[admin@R6] /routing ospf network> add area=area5 network=10.7.7.0/24
[admin@R6] /routing ospf network> add area=area6 network=10.9.9.0/24
[admin@R6] > /routing ospf virtual-link
[admin@R6] /routing ospf virtual-link> add neighbor-id=5.5.5.5 transit-area=area2
[admin@R6] /routing ospf virtual-link> add neighbor-id=9.9.9.9 transit-area=area5



R9


[admin@R0] > /interface bridge
[admin@R0] /interface bridge> add name=lo0
[admin@R0] > /routing bgp instance
[admin@R0] /routing bgp instance> set default as=200 redistribute-ospf=yes router-id=9.9.9.9
[admin@R0] > /routing ospf area
[admin@R0] /routing ospf area> add area-id=0.0.0.9 name=area9
[admin@R0] /routing ospf area> add area-id=0.0.0.5 name=area5
[admin@R0] > /routing ospf instance
[admin@R0] /routing ospf instance> set [ find default=yes ] redistribute-bgp=as-type-2
[admin@R0] > /ip address
[admin@R0] /ip address> add address=10.7.7.9/24 interface=ether1 network=10.7.7.0
[admin@R0] /ip address> add address=10.8.8.9/24 interface=ether2 network=10.8.8.0
[admin@R0] /ip address> add address=9.9.9.9 interface=lo0 network=9.9.9.9
[admin@R0] > /ip route
[admin@R0] /ip route> add distance=1 dst-address=6.6.6.6/32 gateway=10.7.7.6
[admin@R0] /ip route> add distance=1 dst-address=100.100.100.100/32 gateway=10.8.8.10
[admin@R0] > /routing bgp network
[admin@R0] /routing bgp network> add network=10.7.7.0/24
[admin@R0] > /routing bgp peer
[admin@R0] /routing bgp peer> add name=peer1 remote-address=100.100.100.100 remote-as=200 update-source=9.9.9.9
[admin@R0] > /routing ospf network
[admin@R0] /routing ospf network> add area=area5 network=10.7.7.0/24
[admin@R0] /routing ospf network> add area=area5 network=9.9.9.9/32
[admin@R0] /routing ospf network> add area=area5 network=10.8.8.0/24
[admin@R0] > /routing ospf virtual-link
[admin@R0] /routing ospf virtual-link> add neighbor-id=6.6.6.6 transit-area=area5



R10


[admin@R10] > /interface bridge
[admin@R10] /interface bridge> add name=lo0
[admin@R10] /interface bridge> add name=lo1
[admin@R10] /interface bridge> add name=lokal
[admin@R10] > /interface eoip
[admin@R10] /interface eoip> add local-address=100.200.100.200 mac-address=FE:DE:B0:04:3F:98 name=eoip1 remote-address=7.7.7.7 tunnel-id=200
[admin@R10] > /interface ipip
[admin@R10] /interface ipip> add local-address=100.200.100.200 name=ipip-tunnel2 remote-address=11.11.11.11
[admin@R10] > /routing bgp instance
[admin@R10] /routing bgp instance> set default as=200 router-id=100.100.100.100
[admin@R10] > /routing ospf instance
[admin@R10] /routing ospf instance> add name=tunnel
[admin@R10] > /routing ospf area
[admin@R10] /routing ospf area> add area-id=0.0.0.99 instance=tunnel name=area99
[admin@R10] > /interface bridge port
[admin@R10] /interface bridge port> add bridge=lokal interface=ether2
[admin@R10] /interface bridge port> add bridge=lokal interface=eoip1
[admin@R10] > /ip address
[admin@R10] /ip address> add address=10.8.8.10/24 interface=ether1 network=10.8.8.0
[admin@R10] /ip address> add address=192.168.2.10/24 interface=lokal network=192.168.2.0
[admin@R10] /ip address> add address=100.100.100.100 interface=lo0 network=100.100.100.100
[admin@R10] /ip address> add address=100.200.100.200 interface=lo1 network=100.200.100.200
[admin@R10] /ip address> add address=172.10.10.2/30 interface=ipip-tunnel2 network=172.10.10.0
[admin@R10] > /ip ipsec peer
[admin@R10] /ip ipsec peer> add address=172.10.10.1/32 secret=123
[admin@R10] > /ip ipsec policy
[admin@R10] /ip ipsec policy> add dst-address=192.168.1.0/24 sa-dst-address=172.10.10.1 sa-src-address=172.10.10.2 src-address=192.168.2.0/24 tunnel=yes
[admin@R10] > /ip route
[admin@R10] /ip route> add distance=1 dst-address=9.9.9.9/32 gateway=10.8.8.9
[admin@R10] > /routing bgp network
[admin@R10] /routing bgp network> add network=100.100.100.100/32
[admin@R10] /routing bgp network> add network=100.200.100.200/32
[admin@R10] > /routing bgp peer
[admin@R10] /routing bgp peer> add name=peer1 remote-address=9.9.9.9 remote-as=200 update-source=100.100.100.100
[admin@R10] > /routing ospf interface
[admin@R10] /routing ospf interface> add interface=ipip-tunnel2 network-type=point-to-point
[admin@R10] > /routing ospf network
[admin@R10] /routing ospf network> add area=area99 network=172.10.10.0/30
[admin@R10] /routing ospf network> add area=area99 network=192.168.2.0/24


PC2


VPCS-2> ip 192.168.2.2/24 192.168.2.10
Checking for duplicate address...
PC1 : 192.168.2.2 255.255.255.0 gateway 192.168.2.10


R11


[admin@R11] > /interface bridge
[admin@R11] /interface bridge> add name=lo0
[admin@R11] /interface bridge> add name=lokal
[admin@R11] > /interface eoip
[admin@R11] /interface eoip> add local-address=11.11.11.11 mac-address=FE:5B:1E:3B:C3:A4 name=eoip1 remote-address=8.8.8.8 tunnel-id=100
[admin@R11] > /interface ipip
[admin@R11] /interface ipip> add local-address=11.11.11.11 name=ipip-tunnel1 remote-address=100.200.100.200
[admin@R11] > /routing ospf area
[admin@R11] /routing ospf area> add area-id=0.0.0.6 default-cost=1 inject-summary-lsas=no name=area6 type=stub
[admin@R11] > /routing ospf instance
[admin@R11] /routing ospf instance> add name=tunnel
[admin@R11] > /routing ospf area
[admin@R11] /routing ospf area> add area-id=0.0.0.99 instance=tunnel name=area99
[admin@R11] > /interface bridge port
[admin@R11] /interface bridge port> add bridge=lokal interface=eoip1
[admin@R11] /interface bridge port> add bridge=lokal interface=ether2
[admin@R11] > /ip address
[admin@R11] /ip address> add address=10.9.9.11/24 interface=ether1 network=10.9.9.0
[admin@R11] /ip address> add address=11.11.11.11 interface=lo0 network=11.11.11.11
[admin@R11] /ip address> add address=192.168.1.11/24 interface=lokal network=192.168.1.0
[admin@R11] /ip address> add address=172.10.10.1/30 interface=ipip-tunnel1 network=172.10.10.0
[admin@R11] > /ip ipsec peer
[admin@R11] /ip ipsec peer> add address=172.10.10.2/32 secret=123
[admin@R11] > /ip ipsec policy
[admin@R11] /ip ipsec policy> add dst-address=192.168.2.0/24 sa-dst-address=172.10.10.2 sa-src-address=172.10.10.1 src-address=192.168.1.0/24 tunnel=yes
[admin@R11] > /routing ospf interface
[admin@R11] /routing ospf interface> add interface=ipip-tunnel1 network-type=point-to-point
[admin@R11] > /routing ospf network
[admin@R11] /routing ospf network> add area=area6 network=10.9.9.0/24
[admin@R11] /routing ospf network> add area=area6 network=11.11.11.11/32
[admin@R11] /routing ospf network> add area=area99 network=192.168.1.0/24
[admin@R11] /routing ospf network> add area=area99 network=172.10.10.0/30



PC1


VPCS-1> ip 192.168.1.1/24 192.168.1.11
Checking for duplicate address...
PC1 : 192.168.1.1 255.255.255.0 gateway 192.168.1.11


Pengecekan

Verify table routing pada router pojok pojok yang menanamkan tunneling .

R8

[admin@R8] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,
B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
 #      DST-ADDRESS        PREF-SRC        GATEWAY            DISTANCE
 0 ADo  0.0.0.0/0                          10.10.10.5              110
 1 ADC  8.8.8.8/32         8.8.8.8         lo0                       0
 2 ADC  10.10.10.0/24      10.10.10.8      ether1                    0
 3 ADC  192.168.1.0/24     192.168.1.8     lokal                     0
[admin@R8] >


R11

[admin@R11] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,
B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
 #      DST-ADDRESS        PREF-SRC        GATEWAY            DISTANCE
 0 ADo  0.0.0.0/0                          10.9.9.6                110
 1 ADC  10.9.9.0/24        10.9.9.11       ether1                    0
 2 ADC  11.11.11.11/32     11.11.11.11     lo0                       0
 3 ADC  172.10.10.0/30     172.10.10.1     ipip-tunnel1              0
 4 ADC  192.168.1.0/24     192.168.1.11    lokal                     0
 5 ADo  192.168.2.0/24                     172.10.10.2             110


R10

[admin@R10] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,
B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
 #      DST-ADDRESS        PREF-SRC        GATEWAY            DISTANCE
 0 ADb  1.1.1.1/32                         9.9.9.9                 200
 1 ADb  2.2.2.2/32                         9.9.9.9                 200
 2 ADb  3.3.3.3/32                         9.9.9.9                 200
 3 ADb  4.4.4.4/32                         9.9.9.9                 200
 4 ADb  5.5.5.5/32                         9.9.9.9                 200
 5 ADb  7.7.7.7/32                         9.9.9.9                 200
 6 ADb  8.8.8.8/32                         9.9.9.9                 200
 7 A S  9.9.9.9/32                         10.8.8.9                  1
 8 ADb  10.1.1.0/24                        9.9.9.9                 200
 9 ADb  10.2.2.0/24                        9.9.9.9                 200
10 ADb  10.3.3.0/24                        9.9.9.9                 200
11 ADb  10.4.4.0/24                        9.9.9.9                 200
12 ADb  10.5.5.0/24                        9.9.9.9                 200
13 ADb  10.6.6.0/24                        9.9.9.9                 200
14 ADb  10.7.7.0/24                        9.9.9.9                 200
15 ADC  10.8.8.0/24        10.8.8.10       ether1                    0
16 ADb  10.9.9.0/24                        9.9.9.9                 200
17 ADb  10.10.10.0/24                      9.9.9.9                 200
18 ADb  11.11.11.11/32                     9.9.9.9                 200
19 ADC  100.100.100.100/32 100.100.100.100 lo0                       0
20 ADC  100.200.100.200/32 100.200.100.200 lo1                       0
21 ADC  172.10.10.0/30     172.10.10.2     ipip-tunnel2              0
22 ADo  192.168.1.0/24                     172.10.10.1             110
23 ADC  192.168.2.0/24     192.168.2.10    lokal                     0
[admin@R10] >


R7

[admin@R7] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,
B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
 #      DST-ADDRESS        PREF-SRC        GATEWAY            DISTANCE
 0 ADr  1.1.1.1/32                         10.4.4.4                120
 1 ADr  2.2.2.2/32                         10.4.4.4                120
 2 ADr  5.5.5.5/32                         10.4.4.4                120
 3 ADr  6.6.6.6/32                         10.4.4.4                120
 4 ADC  7.7.7.7/32         7.7.7.7         lo0                       0
 5 ADr  8.8.8.8/32                         10.4.4.4                120
 6 ADr  9.9.9.9/32                         10.4.4.4                120
 7 ADr  10.1.1.0/24                        10.4.4.4                120
 8 ADr  10.2.2.0/24                        10.4.4.4                120
 9 ADr  10.3.3.0/24                        10.4.4.4                120
10 ADC  10.4.4.0/24        10.4.4.7        ether1                    0
11 ADr  10.5.5.0/24                        10.4.4.4                120
12 ADr  10.6.6.0/24                        10.4.4.4                120
13 ADr  10.7.7.0/24                        10.4.4.4                120
14 ADr  10.8.8.0/24                        10.4.4.4                120
15 ADr  10.9.9.0/24                        10.4.4.4                120
16 ADr  10.10.10.0/24                      10.4.4.4                120
17 ADr  11.11.11.11/32                     10.4.4.4                120
18 ADr  100.200.100.200/32                 10.4.4.4                120
19 ADC  192.168.2.0/24     192.168.2.7     lokal                     0
[admin@R7] >


Pastikan semua router sudah dapat terkoneksi satu sama lain dengan cara melakukan ping,

Langkah terakhir, pengujian ping dari PC4 (pojok kiri) ke PC 3 (pojok kanan) yang berbeda network .

VPCS-4> ping 192.168.2.3
84 bytes from 192.168.2.3 icmp_seq=1 ttl=62 time=10.437 ms
84 bytes from 192.168.2.3 icmp_seq=2 ttl=62 time=7.812 ms
84 bytes from 192.168.2.3 icmp_seq=3 ttl=62 time=7.663 ms
84 bytes from 192.168.2.3 icmp_seq=4 ttl=62 time=8.399 ms
84 bytes from 192.168.2.3 icmp_seq=5 ttl=62 time=6.779 ms

VPCS-4>

Jika ping menunjukkan reply, berarti konfigurasi yang telah kita lakukan sudah berhasil. teman teman juga bisa mengujinya dengan ping ke PC 2 ataupung PC1 .

Read more

Saturday, May 12, 2018

Kajian : Merokok Merugikan

Dari https://cdn.hellosehat.com/

Banyak orang yang masih bingung apa hukumnya merokok, ada yang bilang makruh ada yang bilang haram. Kalau menurut saya sendiri, untuk memutuskan hukum merokok kita lihat dulu dari manfaat ataupun kerugiannya. lebih banyakan mana dalam merokok, ruginya atau manfaatnya ? Tentu jika orang sehat akan menjawab banyak ruginya, berbeda dengan orang yang memang membutuhkan rokok untuk kesehatannya, pastinya mereka menjawab banyak manfaat nya.

Jika ada yang bertanya, mana dalil alquran yang menyatakan bahwa rokok itu haram ?, jujur pertanyaan ini terdengar aneh di telinga saya. Sama seperti kita ditanya bagaimana hukumnya pecel lele, ataupun hukumnya berenang di kolam renang ? . Itu semua dapat dijawab dengan akal dan memutuskannya dengan cara melihat dari manfaat nya ataupun dari kerugiannya. Merugikan diri sendiri ? merugikan orang lain ? Jika merugikan berarti kita sendiri bisa menganggap kegiatan tersebut haram dilakukan.

Kalau menurut saya pribadi, merokok sangat merugikan diri kita sendiri terutama orang di sekitar kita. Orang lain bisa ikut terkena efek / dampak buruk dari apa yang kita lakukan. Jika kita berpikir secara sehat, dan mengikuti sunnah sunnah, kita seharusnya menjauhi rokok . Merokok bisa saja menimbulkan penyakit yang serius jika dilihat dari fakta fakta yang ada. Ini masuk salah satu faktor merugikan merokok .

Memang, tidak ada dalil di alquran yang menjelaskan secara detail hukum merokok itu, tapi ada dalil umum yang menyatakan bahwa kita diperintahkan untuk menjauhi sesuatu yang dapat menimbulkan keburukan bagi diri kita .

Allah berfirman :

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan“. (QS. Al Baqarah: 195).

Dalil itu cukup menjelaskan bahwa kita diperintahkan untuk menjauhi sesuatu yang dapat merugikan kita maupun merugikan orang lain. Jadi, kalau ditanya merokok itu haram atau tidak ? ya, tergantung. tergantung dari penggunaan rokok itu sendiri, dan efek yang ditimbulkan. Kalau selama kita kalau misalnya merokok itu merugikan bagi kita dan orang yang ada di sekitar kita, maka sebaiknya kita jauh jauh dari rokok .

Padahal jika kita misalnya menjauhi kebiasaan merokok, akan berdampak positif bagi diri kita. contohny kita bisa gunakan uang itu untuk bersedekah di jalan allah, atau kegiatan yang yang insyaallah bermanfaat bagi orang lain.

Terkadang, orang merokok untuk menghilangkan jenuh, dan bosan. Padahal seharusnya mereka bisa memanfaatkan waktu jenuh itu untuk membangun masa depan mereka, karena di indonesia sebenarnya membutuhkan banyak potensi potensi dari warga negaranya sendiri. Terutama untuk khalayak muda, sungguh mubadzir waktu dan uang mereka, padahal jika dipikir kembali, mereka masih mempunyai kemungkinan untuk menghasilkan karya lebih banyak lagi dibandingkan dengan mereka yang sudah mempunyai umur .


Itu sedikit pendapat dari saya, semoga bermanfaat bagi teman teman .
Terimakasih
Read more